Top News

Debut pertama Kelas 3A BIKBP menulis berita di koran online

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Liviana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Liviana. Tampilkan semua postingan

'Everything Everywhere All at Once' Juara Umum Oscar 2023

 Everything Everywhere All at Once mendominasi Academy Award ke-95 atau Piala Oscar 2023 yang digelar di Dolby Theatre, Los Angles. Minggu, 12 Maret waktu setempat.

Film futuristik dari studio A24 memenangkan tujuh penghargaan, termasuk untuk film terbaik, penyutradaraan, dan tiga dari empat kategori akting.

(Everything Everywhere All at Once memenangkan 7 piala penghargaan Oscar 2023, termasuk kategori utama Best Picture.)


The Daniels (julukan untuk Daniel Kwan dan Daniel Scheinert), duo pembuat film muda yang berbeda latar belakang ras berhasil membawa  masuk film  Everything  Everywhere All at Once dalam 11 nominasi dan juga memenangkan penghargaan di beberapa kategori. 'Film Terbaik', 'Skenario Asli Terbaik', 'Sutradara Terbaik, ‘Artis Terbaik’, ‘Aktor dan Artis Pendukung  Terbaik’ Oscar 2023 dengan Michelle Yeoh, Ke Huy Quan dan Jamie Lee Curtis sebagai pemenang penghargaan.


“Untuk para wanita, jangan biarkan siapapun memberitahu kalian bahwa kalian pernah melewati masa jaya ,” kata Yeoh, 60 tahun, saat menerima penghargaan aktris terbaik Oscar. "Jangan pernah menyerah." 


(Michelle Yeoh menjadi atris wanita pertama Asia yang mendapat penghargaan Best Actress)


Michelle Yeoh juga berhasil mencetak sejarah sebagai aktris Asia pertama yang menerima Piala Oscar untuk kategori Best Actress.

Perempuan berusia 60 tahun itu mengalahkan antara lain, Cate Blanchett dalam film Tar serta Ana de Armas yang memerankan Marilyn Monroe dalam film Blonde.


"Saya harus mendedikasikan ini untuk semua ibu di dunia karena mereka adalah pahlawan super. Tanpa mereka, tidak ada dari kita yang akan berada di sini malam ini.", tambahan dari aktris kelahiran Malaysia tersebut.


(Pidato kemenangan Ke Huy Quan sebagai Best Supporting Actor)

Sementara itu, Ke Huy Quan sebagai lawan main Michelle Yeoh dalam Everything Everywhere All at Once, berhasil memenangkan penghargaan kategori 'Pemeran Pembantu Pria Terbaik'. Pria berusia 51 tahun itu dikenal sebagai si bocah dalam film Indiana Jones and the Temple of Doom.


 “Mimpi adalah sesuatu yang harus kalian percayai,” kata Quan dengan air mata mengalir di wajahnya dan para peserta A-list memberinya tepuk tangan meriah. “Aku hampir menyerah pada mimpiku.

 Kepada semua orang diluar sana, pertahankanlah impianmu. Perjalanan saya dimulai di atas kapal, saya menghabiskan satu tahun di kamp pengungsi, dan entah bagaimana saya berada di sini, di panggung terbesar Hollywood... Terima kasih banyak telah menyambut saya kembali." Ungkapan dari actor kelahiran Vietnam tersebut.


(Everything Everywhere All at Once banyak menampilkan aktor dan artis Asia. Michelle Yoeh aka Evelyn Wang, Stephanie Hsu aka Joy Wang, Ke Huy Quan aka Waymond Wang)

Jamie Lee Curtis (Pemenang Pembantu Wanita Terbaik)  juga menangis saat penyampaian pidato kemenanganya. “Kepada semua orang yang telah mendukung film yang telah saya buat selama ini, ribuan dan ratusan ribu orang, kita baru saja memenangkan Oscar bersama!”, ungkap artis yang berumur 64 tahun tersebut.



Everything Everywhere All at Once mendapatkan banyak perhatian selama musim penghargaan tahun ini. Beberapa waktu lalu film ini memenangkan empat piala pada SAG Award dan membawa pulang tujuh piala untuk delapan nominasi pada Film Independent Spirit Awards. 


Everything Everywhere All At Once adalah petualangan yang penuh aksi, sci-fi yang lucu dan berjiwa besar tentang seorang wanita Cina-Amerika, Seorang imigran Tiongkok terbawa dalam petualangan luar biasa, di mana dia sendiri yang dapat menyelamatkan dunia dengan menjelajahi alam semesta lain yang terhubung dengan kehidupan yang bisa dia jalani.


Everything Everywhere All At Once tayang di HBO.

Mendapat Banyak Kritikan dalam Peranya sebagai Ariel di “Little Mermaid” Halle Bailey: Tidak terlalu mengejutkan

 

(Halle Bailey memberi tanggapan tentang reaksi netizen dalam perannya di 'The Little Mermaid' dalam sebuah wawancara terbaru.)


Halle Bailey memberi tanggapan tentang komentar penonton dalam peranya di 'The Little Mermaid' pada sebuah wawancara terbaru.

Halle Bailey tak sabar menunggu perilisan film live-action terbarunya ‘The Little Mermaid’.

Bailey juga sangat antusias untuk menantikan reaksi penonton terhadap proyek terbarunya tersebut, walaupun banyak tanggapan buruk yang tersebar.

Dalam wawancara terbarunya dengan The Faced pada Kamis kemarin, penyanyi sekaligus aktor tersebut mengatakan bahwa komentar negatif yang muncul saat pertama kali Bailey diperkenalkan sebagai pemeran karakter Ariel dalam film ‘The little Mermaid', tidak membuatnya terkejut dan terusik.

“Sebagai orang kulit hitam, kamu akan sering mendapatakn hal ini dan itu tidak terlalu mengejutkan lagi,” kata aktris yang mendaptakan nominasi Grammy tersebut.

“Orang-orang tidak mengerti bahwa ketika Anda berkulit hitam, terdapat pihak-pihak lain selain anda”, dia menambahkan. “Sangat penting bagi kami untuk melihat diri kami sendiri.”

Bailey juga menyebutkan bahwa setelah teaser tersebut dirilis, orang tuanya mulai membagikan video tentang putri yang berperan sebagai putri Ariel.

“Itu membuat saya merasa lebih bersyukur atas keberadaan saya,” tambahanya.

(Halle Bailey mengahadiri D23 2022 pada bulan September di Anaheim, California.)

Bintang yang sedang naik daun ini juga memuji pembuat film "Little Mermaid" karena mengizinkan identitas aslinya untuk menjadi bagian dari iterasi baru putri Disney akuatik ini, khususnya yang berkaitan dengan rambutnya.

"Sebagai wanita kulit hitam, rambut adalah spiritual, terutama identitas," kata Bailey, juga menyebutkan bahwa sebagian besar waktu persiapan di set dikhususkan untuk menganalisis bagaimana rambutnya bergerak lihai di dalam air.

“Sangat keren bagi mereka untuk menjadikan Ariel versi saya dengan identitas saya,” tambahnya.

"The Little Mermaid", yang berdasarkan animasi klasik tahun 1989, juga dibintangi Melissa McCarthy sebagai penyihir laut Ursula. Film ini akan mulai tayang pada 26 Mei.


Inang, Film Horor Pertama Sutradara Fajar Nugros Sengaja Mengangkat Mitos Jawa

 

Inang, Film Horor Pertama Sutradara Fajar Nugros

Sengaja Mengangkat Mitos Jawa

 

 

Di bulan Oktober lalu kita dimanjakan dengan berbagai film horor untuk merayakan Halloween month. Kurang pas rasanya kalau kita tidak membahas film-film horor lokal yang akhir-akhir ini sangat digemari. Satu di antaranya Inang film horor yang dibuat tahun 2021 dari rumah produksi IDN Pictures dan disutradarai oleh Fajar Nugros.

----

 

Judul dari film Inang sendiri berasal dari kata “induk” di mana film ini menceritakan tentang perjuangan seorang ibu hamil untuk menyelamatkan anak yang dikandungnya.


 

 

 

Film Inang  sendiri tayang serentak di bioskop Indonesia pada tanggal 13 Oktober 2022 dan juga menjadi film horor-thriller indonesia pertama yang tayang di Festival Film Fantasi International Bucheon (Bifan) di Korea Selatan pada tanggal 7 Juli 2022 lalu.

 

Beberapa aktor senior dan terkenal menjadi pemain dalam film Inang ini. Di antaranya ada Naysilla Mirdad, Lydia Kandou, Dimas Anggara, Rukman Rosadi, Pritt Timothy, hingga Totos Rasiti. Film Inang  ini juga menjadi debut film horor dari Naysila Mirdad yang sering riwa-riwi di dunia persinetronan Indonesia dan juga film pertama dimana anak dan ibu (Naysila Mirdad dan Lydia Kandou) beradu peran dalam frame yang sama.

 

Film ini bukan tipikal film yang serem karena banyak hantunya atau jumpscare, tetapi lebih menjuru ke genre horor dengan tambahan thriller yang cukup membuat ngeri. Di sepanjang film Inang kita tidak akan menemukan sosok-sosok hantu yang menyeramkan, tetapi kita akan diajak ke dalam cerita yang mungkin akan related dalam kehidupan.

 

Sang sutradara Fajar Nugros mengungkapkan bahwa film Inang ini menitikberatkan pengorbanan orang tua untuk anaknya. “Kadang-kadang kita nggak pernah tau orang tua kita melakukan pengorbanan apa sih? dan Gue berharap setelah menonton film ini, kita akan berpikir orang tua gue udah ngelakuin apa ya buat gue?” kata Fajar dalam interview di Youtube HAHAHA TV. Minggu (13/11)

 

Awal mula munculnya ide dalam film ini adalah berdasarkan pengalaman Fajar yang simpatik melihat perempuan hamil yang bersusah payah sendirian dalam perjalan KRL Commuter Line perjalanan Tangerang ke Jakarta. Dari itu munculkah pertanyaan bagaimana kota besar memperlakukan perempuan? apakah sudah ramah atau sebaliknya?


Selain mengambil cerita tentang pengorbanan orang tua untuk anaknya, sisi menarik dari film Inang adalah mengangkat kepercayaan orang jawa yaitu tentang Rebo Wekasan. Merupakan hari rabu terakhir dibulan safar dalam kalender islam atau bisa disebut hari petaka. Mitos ini menjelaskan barangsiapa yang lahir di bulan Rabu Wekasan harus diruwat agar terhindar dari malapetaka. 

“Saya selalu dekat dengan banyak selamatan. Dikit-dikit selamatan. Itu menempel hingga saya besar. Ketika melihat mbak-mbak itu saya berpikir, kita yang nggak lahir di bulan yang sial aja kita selamatan supaya selamat, bagaimana dengan mereka yang lahir di hari itu” Ungkap Fajar dalam Konferensi Pers di Jakarta yang dikutip di artikel mediaindonesia.com Minggu (13/11) 

Film Inang mengisahkan seorang karyawan swalayan bernama Wulan yang diperankan oleh Naysila Mirdad yang dihamili pacarnya dan tidak mendapatkan pertanggungjawaban. Wulan yang tidak mau melakukan aborsi akhirnya mencari solusi via online untuk menyelamatkan bayi yang dikandungnya.

 

 

 Akhirnya dia bertemu dengan keluarga Santoso ( Rukman Rosadi dan Lydia Kandou) yang mau mengambil hak asuh atas anaknya Wulan nanti setelah lahir. Wulan menjalankan sisa-sisa hari sebelum kelahiran di rumah keluarga santoso. Dari situ lah Wulan merasakan hal yang aneh dan mistis selama tinggal bersama keluarga Santoso. 

Di dalam film kita akan melihat dan merasakan budaya jawa yang kental mulai dari interior rumah keluarga santoso, ritual-ritual yang mistis, dan juga dialog-dialog bahasa jawa yang khas.

`        

 

 

 

 

 

 

 

 

Sebagai film horor pertama seorang  sutradara yang  sering membuat film komedi, tantangan terbesar yang  dirasakan oleh Fajar Nugros yaitu tidak bisa merancang film horor yang mengerikan.

 “Gue nggak cocok bikin film horor karena gue penakut. Dikit-dikit nangis, Dikit-dikit tersentuh dan nggak tega” ujarnya di Youtube HAHAHA TV.

 

Tetapi di film Inang  ini membuktikan bahwa Fajar Nugros yang juga menyutradarai film Yowes Ben bisa membuat hal yang baru keluar dari zona nyamannya yang  biasanya membuat film genre drama atau komedi.

Pada awal film ini tidak akan digarap oleh Fajar, tetapi karena beberapa hal dan juga kemepetan waktu, akhirnya film ini berhasil diselesaikan dan menjadikan film horor pertamanya selama 1 dekade dalam dunia perfilman.

Selama penayangannya hingga 30 Oktober film Inang telah ditonton lebih dari 800 ribu penonton. Dalam kunjungannya di redaksi Jawa Pos Surabaya, Fajar Nugros mengungkapkan kemungkinan adanya sekuel Inang jika tembus 1 juta penonton.

Kita nantikan saja kabar baik dari kemungkinkan film Inang selanjutnya dan juga film-film menarik lainya dari sutradara Fajar Nugros.

 

Sehat-Sehat Terus Ya Bund!!

(Jargon film Inang)



 

 

 

Bella Hadid Pamerkan “Gaun Semprot” Coperni


             Pada 30 Oktober 2022, Jumat malam, Bella Hadid menutup pertunjukan Spring-Summer 2023 label Prancis Coperni dengan gaun yang disemprotkan di depan penonton langsung.

                Supermodel Bella Hadid  berjalan di catwalk telanjang dengan hanya celana dalam di depan Manel Torres — pencipta teknologi semprotan yang dipatenkan, Fabrican — dan dua ilmuwan menyemprotkan cairan berasap yang berubah hampir seketika  menjadi bahan yang dapat dipakai.



 

Selama hampir 10 menit, para tamu menyaksikan dengan takjub saat Torres dan timnya melakukan  desain Coperni secara nyata. Untuk menyelesaikan gaun itu, kepala desain label, Charlotte Raymond, berjalan di atas panggung dan memanipulasi gaun yang sudah  mengering dan memotong belahan kaki yang dramatis.

         Gaun itu tidak memiliki jahitan dan nampak seperti jersey halus. Ketika Hadid berlenggak-lenggok di catwalk, para tamu bisa melihat tekstur lembut seperti tetesan air.

 

 

 

 

 


Gaun ini bisa disimpan dan digunakan kembali dengan dicairkan dan disemprotkan lagi ujar direktur kreatif Coperni. dan salah satu pendiri, Sébastien Meyer, mengatakan kepada CNN sebelum pertunjukan.

         Inovasi gaun ini telah dikembangkan sejak awal 2000-an. Berbahan Short FIber, polimer alami dan sintesis yang dicampur dengan cairan aerosol yang bisa menguap ketika mengenai kulit atau permukaan lainya. Tekstur kain juga dapat dimanipulasi sesuai dengan jenis serat dan bahan pengikat yang digunakan, menurut siaran pers dari perusahaan Inggris di balik teknologi tersebut.

       Sementara gaun ini tidak dijual, Meyer mengatakan penting untuk mendorong teknologi dan desain, dan untuk menciptakan momen baru yang mungkin turun dalam sejarah mode. Penonton tampak terkesan - termasuk Kylie Jenner, Jeanne Damas dan Alexa Chung yang hadir pada fashion week tersebut.

         CEO dan co-founder Coperni, Arnaud Vaillant mengatakan Coperni tidak akan menghasilkan uang dari gaun ini tetapi lebih menjadikan inovasi untuk mendorong mode baru.

         Bagi beberapa pengamat mengatakan event ini membangkitkan pertunjukan Musim Semi 1999 Alexander McQueen yang terkenal, di mana model Shalom Harlow mengenakan gaun putih tebal, dilukis dengan cat semprot oleh dua robot sambil berputar di atas meja putar. Baik Meyer dan Vaillant bersikeras bahwa bagaimanapun itu bukan penghormatan kepada McQueen.

         "Inspirasi utama Sébastien (Meyer) adalah inovasi, baik teknologinya maupun bidang digitalnya," kata Vaillant tentang co-founder Coperni-nya.