Top News

Debut pertama Kelas 3A BIKBP menulis berita di koran online

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Kampus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kampus. Tampilkan semua postingan

Mengenal Table Manner di Grand Mercure


 

Mengenal Table Manner di Grand Mercure

 

Pada Rabu, 12 Oktober 2022, mahasiswa semester 5 prodi  Bahasa Inggris Polinema mendapat kesempatan untuk mempelajari dan mempraktikkan table manner di hotel Grand Mercure Malang.

Table manner merupakan tata cara makan yang mengatur cara duduk, etika saat makan, dan cara penggunaan peralatan makan. Penerapan table manner diharapkan bisa menunjukkan sikap yang profesional  selama perjamuan makan berlangsung.

Menurut salah satu mahasiswa Bahasa Inggris untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional yang mengikuti kegiatan ini mengatakan, table manner sangat penting  terutama bagi lulusan bahasa inggris profesional karena kita akan menjalankan bisnis dengan perusahaan multinational yang  memiliki habit table manner.

Mempelajari table manner bukanlah sesuatu hal yang mudah, namun kita dapat meningkatkan kemampuan bersosialisasi, memperluas jaringan dan koneksi, dan menambah nilai kelas sosial jika menguasai keterampilan ini.


                                                  

Pertama kali memasuki ballroom, kami disambut dengan tatanan peralatan makan yang  cukup lengkap dan beberapa meja bundar yang berisikan 8 kursi. Tidak lupa daftar menu dan hiasan bunga di tengah meja.

Untuk mengawali pembelajaran, kami diperkenalkan terlebih dahulu materi mengenai table manner yang  berisikan definisi, asal usul, tata cara, manfaat, dan lain sebagainya. Pemberian materi ini disampaikan langsung  oleh salah satu Manajer di hotel Grand Mercure. 

Kegiatan selanjutnya, dijelaskan kegunaan jenis-jenis peralatan makan dan bagaimana menggunakannya. Seperti memegang/menggunakan pisau dan garpu, cara duduk yang tepat, dan cara makan yang tepat.

 


Sebagai pembuka praktik, kita diberi appetizers/makanan pembuka Fruit Salad. Pada jenis makanan ini, kami diajarkan untuk menggunakan garpu ukuran sedang dalam mengambil makanan. Disisi lain, kita juga diberi pantangan untuk tetap menjaga sikap tenang , tidak mengganggu dan minim bicara saat makan. Dengan menerapkan cara table manner, kami masih terkesan kaku dan belum bisa menikmati makanan dengan nyaman.

 


Hidangan selanjutnya Potato Leek Soup dengan mangkok berkuping  dan warna krem pekat. Di sesi ini kita diberi arahan bagaimana mengambil makanan cair dengan baik dan benar. Dimulai dari mengaduk dengan tenang dan mengambil kuahnya dari dalam, ditiriskan dan bisa dinikmati. Ingat makanan yang mengarah ke mulut bukan mulut kita yang  mengarah ke makanan.



 

 Setelah menikmati hidangan soup, di sajikanlah Main Course dengan menu Chicken Confit. Pada menu ini, kami menggunakan garpu ukuran besar dan pisau. Garpu berada di tangan kiri yang berguna untuk mengambil dan mensuapkan makanan, serta pisau sebagai pemotong dan pengoles saus. Di hidangan ini kami sudah mulai menyesuaikan dan menikmati makanan dengan nyaman.   


 

Menu terakhir adalah Manggo Cheese with Strawberry Ice cream sebagai Dessert. Di bagian terakhir ini, kami menggunakan sendok dan garpu berukuran kecil yang di sesuaikan dengan menu yang disajikan. Kami selalu diingatkan untuk tetap mengatur posisi duduk yang tegap saat makan dan tangan kiri tetap di bawah saat tidak digunakan.

Meskipun terkesan rumit, table manner dapat membantu kita untuk meningkatkan keterampilan tata cara makan dan minum secara profesional. Selain mengajarkan tentang sopan santun di meja makan, secara tidak langsung table manner dapat meningkatkan kepercayaan diri seseorang.

 

 

Fasilitas Olahraga di Grand Mercure Malang

 

 

Grand Mercure Malang Mirama adalah hotel bintang 5 pertama yang berada di Kota Malang. Hotel ini sudah beroperasi selama 1 tahun. Pada hari Rabu, 12 Oktober 2022, seluruh mahasiswa Bahasa Inggris Polinema berkesempatan mengunjungi hotel ini untuk mengikuti kegiatan Table Manner dan Hotel Tour.

Saat berkeliling hotel, terdapat banyak fasilitas yang bisa dikunjungi maupun dinikmati para tamu. Salah satunya yaitu fasilitas olahraga, seperti kolam renang dan gym. Menurut Ibu Yolanda, sebagai pemimpin hotel tour, para tamu yang menginap di hotel dapat menikmati fasilitas tersebut.

Kolam renang di Grand Mercure Malang memiliki kedalaman sekitar 0,4 - 1,2 meter yang dibagi menjadi 2 tipe kolam. Selain itu, terdapat wahana air mancur dan seluncuran di dalamnya. Jam operasionalnya yaitu mulai pukul 07.00 - 19.00.

Namun, di kolam renang tersebut memiliki beberapa peraturan yang harus diperhatikan oleh para tamu, salah satunya adalah tidak boleh melompat ke kolam. Ibu Yolanda berkata “Alasan tidak boleh melompat ke kolam karena kolam kita tidak terlalu dalam. Jadi, jika ada yang melompat bisa berbahaya.” Itulah penjelasan beliau mengenai salah satu peraturan di kolam renang.

Lalu, gym di hotel ini menjadi tempat yang dikunjungi para tamu untuk meningkatkan kebugaran tubuh. Peralatan olahraga yang tersedia di dalam gym ini juga bermacam-macam. Untuk jam operasionalnya yaitu mulai pukul 06.00 - 22.00.

Lokasi kolam renang dan gym saling berdekatan. Jadi, para tamu dapat mengunjungi kedua fasilitas olahraga tersebut dengan mudah. 


Authors:

Alda Rizky Nur Afida

Novira Dwi Adisti

Memahami Industri Pofesional dari Etika Jamuan Makan


Malang- Program Studi Bahasa Inggris Politeknik Negeri Malang menyelenggarakan Pelatihan Etika Jamuan Makan (Table Manner) pada Rabu (12/10/2022) di Hotel Grand Mercure Malang Mirama.

Acara ini diikuti oleh semua mahasiswa semester 5 Program Studi Bahasa Inggris untuk Komunikasi Bisnis dan Program Studi Bahasa Inggris untuk Industri Pariwisata yang didampingi oleh para dosen program studi. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan mahasiswa pada gelatan resmi jamuan makan secara profesional, terutama praktik Table Manner atau Jamuan Makan Resmi.

Acara digelar dengan serangkaian agenda mulai dari Hotel Tour, yang dilanjutkan dengan acara pelatihan Table Manner dan workshop Pembuatan Susi, Kebaristaan, sampai presentasi Managing Career.



“Saya mengucapkan terimakasih pada seluruh jajaran Dosen Politeknik Negeri Malang, dan juga para Mahasiswa yang sudah memilih Grand Mercure Malang Mirama sebagai tempat Pelatihan Table Manner ini” ungkap Bapak Sugito Adhi selaku General Manager.

Beliau juga menambahkan bahwasanya bulan ini (Oktober) juga merupakan satu tahun Grand Mercure Malang Mirama beroperasi, yang tentunya ini merupakan momen bahagia mengetahui kontribusinya sejauh ini. Sugito Adi, menambahkan harapannya agar acara ini dapat memberikan pengalaman serta dampak positif kepada mahasiswa Politeknik Negeri Malang mengenai Industri Profesional.

“Ini benar benar pertama kali saya dapat pelatihan seperti ini, sebelumnya ya cuma tau aja dan belum pernah praktik secara langsung” ujar seorang peserta Pelatihan Table Manner.

Hal ini menandakan bahwa pelatihan ini sangat memiliki dampak positif terutama pada mahasiswa program studi Bahasa Inggris Komunikasi Bisnis maupun Program Studi Bahaa Inggris untuk Industri Pariwisata yang kelak setelah ketika lulus tentunya akan menghadapi dunia kerja professional semacam ini.



Dalam Etika Jamuan Makan seorang profesional diharuskan mengikuti setiap urutan hidangan yang disajikan, mulai dari hidangan pembuka, hidangan utama, hingga hidangan penutup.

Ketika menyantap makanan pun ada kaidah yang harus diikuti, seperti penataan dan penggunaan alat makan dan minum.

Saat hendak makan harus menunggu semua orang yang ada dalam meja yang sama sudah mendapatkan bagiannya. Ini menunjukan bahwa dalam dunia profesional kita harus bersama-sama mengawali bisnis dengan rekanan kerja.

Etika Jamuan Makan terjadi pada pertemuan bisnis yang cukup formal, sehingga semua diharuskan makan sedikit demi sedikit sembari bertukar informasi dengan orang satu meja. Juga, peserta jamuan makan diharapkan menggunakan alat makan dengan santun tidak menimbulkan bunyi yang menganggu ketenangan peserta Jamuan Makan lainnya.

Opini: Di balik Pemecatan Profesor Kimia, Apa yang Salah dengan Akademisi?

 


Pemecatan seorang profesor kimia terkenal dari NYU berimbas pada serangkaian pertanyaan lama tentang pendidikan modern: Apakah standar pendidikan menurun? Apakah profesor dan administrator terlalu terikat pada emosi siswa serta uang sekolah? Dan apa yang salah dengan siswa akhir-akhir ini?

Menurut sebuah artikel di New York Times, Maitland Jones Jr. adalah salah satu profesor kimia organik terkemuka di negara itu. Dia bekerja di Princeton, seorang pensiunan penulis yang saat ini mengajar di NYU dengan serangkaian penghargaan yang diperolehnya selama menjadi profesor.

Namun tahun ini, imbas dari petisi yang ditandatangani 82 dari 350 siswanya membuat dia dipecat. Mereka menilai sulitnya mata kuliah yang diampuh menyebabkan turunnya nilai. Juru bicara NYU mengatakan kepada Times untuk membela keputusan mereka yang mengakhiri kontrak Jones dikarenakan profesor tersebut dinilai acuh tak acuh, tidak responsif, merendahkan, dan pelit nilai. Menariknya, pemecatan Jones ternyata di luar ekspektasi para mahasiswa.

Sementara itu, Jones mengatakan bahwa sejak satu dekade lalu, dia melihat adanya penurunan kemampuan siswanya. Alhasil, dia mengadakan ujiannya lebih mudah, tetapi sejumlah siswa masih mengalami kesulitan. Kemudian, pandemi melanda dan membuat kemampuan mereka semakin menurun. “Kami sekarang melihat skor satu digit bahkan nol.”

Jones tidak sendirian. Banyak pakar pendidikan yang ikut mengamati dan mengukur inflasi kelas yang membuat turunnya standar akademik. Lebih jauh, pandemi tampaknya semakin memperparah masalah yang ada, sekaligus menjadi awal masalah baru. Faktanya pembelajaran jarak jauh adalah kegagalan spektakuler.



Penutupam sekolah selama Covid-19 berimbas pada hilangnya semangat belajar para siswa. Menurut Jones, pandemi menyebabkan siswa tidak tahu cara belajar. Namun di sisi lain, dalam petisimya, para siswa mencatat bahwa Jones tidak menawarkan kredit tambahan bahkan enggan mengadakan kelas melalui Zoom. Tak hanya itu, Jones dianggap kasar, sarkastik, dan meremehkan siswanya. Jones disebut sebagai tipe pengajar yang menuntut mahasiswanya untuk bekerja keras sekeras mungkin tanpa harus meminta bantuannya.

Cara Jones dalam mengajar dianggap tidak sesuai dengan tujuan lembaga pendidikan. Dalam beberapa dekade terakhir, nampaknya pengalaman belajar lebih condong pada siswa, daripada nilai akademik saja. Interaksi antara siswa dan pengajarlah yang harusnya menjadi prioritas. Jika praktik pendidikan yang memprioritaskan siswa berjalan dengan baik, maka dapat dipastikan bahwa banyak anak muda yang melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Terlepas dari antarayang menimpa Jones, nampaknya terjadi kesenjangan sosial antara mereka yang berpendidikan tinggi dan tidak. Perguruan tinggi elit seperti NYU dipandang sebagai jalur pendidikan yang menjanjikan. Sangat masuk akal bahwa lingkungan pendidikan yang kompetitif terbukti mampu mencetak lebih banyak siswa berprestasi seperti di NYU.

Namun, di balik siswa yang cerdas secara akademis, ada juga beberapa bukti yang menunjukkan bahwa mereka menjadi kurang tangguh, mudah cemas dan kebingungan dalam mengatasi kegagalan


Polinema Students Win the Trophies

Ramadita ...


 Khafsah Ramadita of BIKBP Polinema has secured the first place for ....