Dinda Aulia Cahyani dengan Tim Voli FEB Putri

Lim Sung-jin adalah pemain ganteng asal Korea Selatan yang bermain di klub Vixtorm Kepco. Sedangkan Hany Budiarti merupakan pemain timnas putri Indonesia. "Mereka role models saya," kata Dinda.
.jpg)

Koran Online 3A BIKBP
Debut pertama Kelas 3A BIKBP menulis berita di koran online
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Lim Sung-jin adalah pemain ganteng asal Korea Selatan yang bermain di klub Vixtorm Kepco. Sedangkan Hany Budiarti merupakan pemain timnas putri Indonesia. "Mereka role models saya," kata Dinda.
.jpg)

Cinta
Kasih Putri Dhaha
Tari Koreografi Halang Karya Ninik Putri Yulianti
Halang adalah tari koreografi karya dari Ninik Putri Yulianti. Mengangkat kisah asmara Putri Dhaha yang merupakan sebutan dari Galuh Candra Kirana dengan Raden Inu Kertapati dalam cerita sejarah Kediri.Cerita ini sangat melegenda terutama
dalam kisah pewayangan. Di mana terdapat kesan yang sangat mendalam tentang
perjuangan Galuh Candra Kirana untuk mendapatkan cinta Rad
en Inu Kertapati. Itu
karena adanya campur tangan dari saudara
tiri Galuh Candra Kirana yakni Galuh Ajeng.
Pada 12 Januari 2022, tari koreografi
Halang ditampilkan untuk pertama
kalinya di Gedung Teater Besar Gendhon Humardani Institut Seni Indonesia
Surakarta. Tuang tari prosenium (proscenium stage) berukuran cukup luas
dengan langit-langit yang sangat tinggi. Sehingga penontonnya dapat menyaksikan
dari depan panggung utama di lantai 1 dan di kursi penonton di lantai 2.
Ninik Putri yang merupakan koreografer
sekaligus pencetus ide garap menjelaskan bahwa pemilihan judul Halang dimaksudkan sebagai makna lain
dari sebuah perwujudan atau bentuk permasalahan, rintangan, halangan yang
datang dalam proses kehidupan. Juga disesuaikan dengan latar belakang ide garap
cerita yang disampaikan kepada penonton.
“Halang ini ringkas, jelas, tidak terlalu panjang, orisinal, dan umum. Jadi penonton nantinya bisa menginterpretasikan sendiri,” tutur Ninik. Di sisi lain Ninik Putri memberi judul Halang ini diharapkan dapat membantu penonton untuk menemukan kunci yang tepat sebagai bekal dalam menginterpretasikan tentang garap koreografi yang akan dilihatnya.
Dalam pementasannya, suasana yang digambarkan pada tari Halang diadaptasi oleh Ninik Putri berdasarkan penelitian yang dilakukan pada panel relief Panji di Desa Gambyok, Kediri. Di mana digambarkan terjadi pada malam hari dalam keadaan cuaca dingin. Naskah Melayu Hikayat Panji Semirang menjadi instrumen pendukung riset yang dilakukan Ninik Putri dalam pengembangan cerita karyanya.
Halang …
Rintang, batas, lintang
Sulit, sekat, tertahan, henti
Kendati bulan tak mampu menatap
matahari
Siang malam hadir menyapa bumi
Harapan tersimpan rapi seorang diri
Tak hilang, ku diam tuk melewati …
Pada awal pementasan terdapat sebuah
sajak yang dilantunkan. Hal ini sekaligus menjadi sinopsis untuk memberikan
gambaran kepada penonton.
“Sinopsis tari Halang memakai kalimat berupa perumpamaan dan diksi untuk menambah
daya ekspresivitas. Ketepatan sama keselarasan pemilihan katanya juga bertujuan
untuk membantu membangun imajinasi dan menimbulkan interpretasi pembaca atau
pendengarnya, ini ada kaitanya sama setiap pesan dan ekspresi dalam sajian
karya ini,” jelas perempuan asli Kediri itu.
Ninik Putri juga menambahkan bahwa kata
rintang, batas, lintang, sulit, sekat,
tertahan, henti merupakan sebuah makna lain atau persamaan kata dari
pengertian Halang. Kalimat kendati bulan
tak mampu menatap matahari, siang malam hadir menyapa bumi merupakan
kalimat perumpamaan dari sebuah pengungkapan alur cerita yang disajikan dalam
karya tari Halang. Bulan adalah
perumpamaan Panji Asmoro Bangung, matahari adalah perumpamaan Galuh Candra
Kirana, dan bumi adalah perumpamaan dari Galuh Ajeng.
Secara astronomi bulan dan matahari
tidak pernah bertemu, bulan hanya muncul pada malam hari, sedangkan matahari
muncul pada pagi hari. Selain itu, bulan bergerak berdasarkan lintasan orbitnya
yang berada di sekitar bumi sedangkan matahari terletak di pusat tata surya.
Hal ini adanya kesesuaian dengan ide cerita dalam karya tari Halang, bahwa Galuh Candra Kirana dan
Raden Inu Kertapati tidak bisa bertemu dan gagal menikah karena hadirnya Galuh
Ajeng.
Kalimat harapan tersimpan rapi seorang diri, tak hilang, ku diam tuk melewati
merupakan sebuah pengungkapan dari kesetiaan Galuh Candra Kirana kepada Raden
Inu Kertapati. Serta keikhlasan dan kerendahan Galuh Candra Kirana dalam
menghadapi rintangan dari Galuh Ajeng.
Secara keseluruhan Ninik Putri mengemas
alur cerita dalam tari ini menjadi 4 bagian. Pada adegan pembuka diwujudkan
dengan gerakan berpasangan atau duet oleh penari tokoh Raden Inu Kertapati
dengan penari tokoh Galuh Ajeng yang mengungkapkan segala wujud permasalahan
yang terjadi. Adegan ini didukung dengan musik yang ramai, tata cahaya yang
berubah-ubah warna sehingga menambah kesan tegang.
Masuknya adegan pertama setelah
pengenalan cerita dimulai dengan sebuah adegan perenungan oleh karakter penari
perempuan tokoh Galuh Candra Kirana yang mengungkapkan sebuah introspeksi diri.
Seolah dia bertanya-tanya mengapa diusir dari kerajaan, keikhlasan, rasa
menerima, tekad, berserah diri kepada Tuhan dan juga rasa syukur. Pada adegan
ini terjadi peralihan suasana musik dari tegang menjadi lebih tenang dan damai.
Dilanjutkan dengan adegan kedua
yang menghadirkan gerakan berpasangan oleh penari tokoh Galuh Candra Kirana dan
penari Raden Inu Kertapati yang merupakan pengungkapan sebuah kerinduan oleh
Galuh Candra Kirana kepada Raden Inu Kertapati. Motivasi gerak yang dibangun seolah
seperti sepasang kekasih dalam kebersamaan, bercengkerama, dan penuh rasa kasih
sayang. Suasana yang dihadirkan pada adegan ini seperti menggebu-gebu, romantis,
keinginan untuk bersama dan tidak ingin berpisah.
Adegan terakhir yang merupakan klimaks dalam karya ini, ditandai munculnya konflik batin atau puncak permasalahan pada Galuh Candra Kirana. Yaitu hadirnya penari tokoh Galuh Ajeng sebagai wujud seorang wanita penghalang dalam kisah asmara Raden Inu Kertapati dengan Galuh Candra Kirana. Suasana yang disajikan seperti munculnya rasa sedih, kecewa, kemarahan, kesal yang berakhir dengan tersadarnya Raden Inu Kertapati. Raden Inu Kertapati kemudian pergi meninggalkan Galuh Ajeng karena kehadirannya tidak dapat menggantikan Galuh Candra Kirana, kekasihnya yang dia cintai.
Karya tari Halang mengangkat sebuah
konsep pesan filosofis yang tersirat maknanya yang dapat dipetik banyak orang.
Mengenai nilai cinta kasih yang tulus, kesetiaan kepada seseorang harus
memiliki ketabahan serta kerendahan hati dalam menghadapi segala halangan yang
datang.
Dalam hal ini, Ninik Putri mencoba
mengorelasikan dengan kehidupan remaja di masa sekarang. Seperti yang sering terjadi
dalam kehidupan sehari-hari tentang bagaimana usaha sepasang kekasih yang
menghadapi sebuah masalah percintaan. Akankah memilih untuk mempertahankan
suatu hubungan, menerima semua keadaan yang terjadi atau mencoba menyelesaikan
terhadap masalah-masalah tersebut.
Lewat kisah asmara Raden Inu
Kertapati dengan Galuh Candra Kirana, Ninik Putri mencoba mengungkapkan maksud
dari rintangan atau halangan tersebut. Bahwa adanya gesekan batin atau rasa
kegelisahan, kekecewaan, kesedihan, kekuatan, ketegaran, keprihatinan, dan
kesabaran Galuh Candra Kirana ketika ingin menikah dengan kekasihnya Raden Inu
Kertapati. Dia juga harus melewati berbagai macam rintangan kehidupan yang
selalu datang dan nilai-nilai inilah yang ingin disampaikan secara eksplisit lewat
karya tari Halang ini. (Brilliant Adam)
Pesantren Al Hikam, Warisan KH Hasyim Muzadi
Tokoh agama yang cukup terkenal di kalangan Nahdliyin salah satunya adalah KH Hasyim Muzadi. Kiai kelahiran Tuban ini pernah menjabat sebagai ketua umum PBNU selama periode 2001-20010 dan juga anggota pertimbangan presiden pada 2015. Beliau juga tokoh Islam yang cukup berpengaruh di semasa hidupnya. Kontribusinya terhadap Bangsa dan umat memang sangatlah besar.
KH Hasyim mendirikan lembaga pendidikan pesantren di kota Malang. Al-Hikam merupakan peninggalan beliau yang sampai saat ini terus mencetak kader-kader penerus bangsa. Pesantren ini berdiri tepat di tengah kota pendidikan dan dikelilingi oleh berbagai kampus oleh karena itu pesantren ini dijuluki sebagai pesantren mahasiswa.
Pesantren ini dibangun pada 21 Maret 1992 tepat 30 tahun, lembaga pendidikan warisan KH Hasyim Muzadi ini berdiri. KH Hasyim membangun pesantren ini dengan jerih keringatnya sendiri dengan tujuan memfasilitasi mahasiswa dalam mengintegrasi ilmu pengetahuan dan nilai-nilai agama.
Berawal dari sebuah mushola “ At-Taubah “ yang berada di Jl. Cengger Ayam, Tulusrejo. KH. Hasyim mengadakan kegiatan keagamaan dan mendapatkan respon positif oleh masyarakat sekitar. H. Nachrowi, pamong desa Tulusrejo kemudian mewakafkan sepetak tanahnya seluas 800 M persegi untuk dibangun masjid.
Pada tahun 1989 masjid Al-Ghazali berdiri untuk pertama kalinya. Kegiatan keagamaan yang awalnya berada di musholla At-Taubah berpindah ke masjid baru tersebut. Pengajian rutin malam Ahad dan Kamis rutin dilaksanakan, bertambahnya jama’ah semakin besar pula kepercayaan masyarakat terhadap KH Hasyim Muzadi.
Sebagai langkah awal pembangunan pesantren, beliau mendirikan yayasan Al-Hikam sebagai pusat wadah dalam mengembangkan program yang dirintisnya. 3 Juli 1989, Yayasan Al-Hikam resmi berdiri.
Yayasan ini pada awalnya bergerak dalam tiga program garapan; pertama, Majlis Ta’lim dan Dakwah; kedua, Pengembangan Sumber Daya Manusia; ketiga, Pesantren Mahasiswa Al Hikam sebagai proyek utama.
Di awal berdirinya pesantren Al-Hikam hanya menerima santri dari kalangan mahasiswa perguruan tinggi non-agama. Namun seiring dengan berjalanya waktu pada tahun 2003 Al-Hikam membuka pintu untuk santri lulusan pesantren dengan tujuan agar melanjutkan studi di Sekolah Tinggi Ilmu Agama (STAIMA)
Sampai saat ini pesantren Al-Hikam berdiri sebagai salah satu bentuk fisik peninggalan KH Hasyim Muzadi.
Pesantren hanya membekali hati dan pikiranmu sebagai alat mengontrol dirimu kelak. merupakan salah satu wejangan yang sering disampaikan KH Hasyim Muzadi kepada santrinya.
KH Hasyim memiliki harapan dengan berdirinya pesantren mahasiswa agar memiliki bekal kesiapan hidup, Kolaborasi antara prestasi ilmiah dan nilai-nilai agama. Nilai yang diajarkan dalam pesantren dapat dipraktekkan ke dalam kehidupan bermasyarakat.
“ Al Hikam, Cengger Ayam itu tempatnya berkumpulnya orang yang tukang mikir” tutur Pendeta Agus, sahabat KH Hasyim dari lintas agama.
Beliau menjelaskan bahwa Al-Hikam merupakan wadah bagi orang yang mempunyai pemikiran yang inovatif. Pesantren memiliki program kerja yakni kajian ilmiah dimana para santri berdiskusi tentang topik berdasarkan cabang keilmuannya masing-masing. Hal ini merupakan salah satu bentuk representasi dari kegiatan pembelajaran di pesantren Al Hikam.
Dengan berkembangnya zaman santri dituntut untuk mengikuti perkembangan tersebut namun dengan filter norma agama yang berlaku. KH Hasyim menginginkan bahwa santri bukanlah pelajar yang kolot ataupun ketinggalan zaman namun beliau ingin membuktikan bahwa santri mampu bersaing. Dengan kegigihan KH Hasyim Muzadi lembaga pendidikan Al Hikam sampai saat ini berdiri bahkan berkembang dengan dibukanya pasca sarjana, cabang Al Hikam depok yang menjadi tempat peristirahatan terakhir KH Hasyim Muzadi.
Bek tengah PSG
Sergio Ramos dikenal dengan keganasannya menumpaskan serangan lawan. Sayangnya
pada Piala Dunia 2022, Sergio Ramos memang tidak masuk dalam skuad tim matador
yang dibawa ke Qatar. Mungkin karena usianya sudah tidak muda lagi.
Ramos lahir pada 30 Maret 1986 di Camas, Sevilla, Andalusia, bagian selatan Spanyol. Ia bermain sepak bola sejak usia 6 tahun di Camas FC. Lalu memulai karir profesionalnya pada tahun 2004 bersama Sevilla. Di sana dia bermain Bersama Jesus Navas di tim akademi Camas. Ramos melakukan debut bersama tim senior Sevilla pada 1 Februari 2004.
Pemain 36 tahun
itu dikenal sebagai pemain kontroversial. Ia kolektor kartu merah. Bahkan Ramos
tidak peduli siapa yang dihadapinya. Saat masih mengenakan jersey Real Madrid,
ia sempat menampar Carles Puyol. Itu terjadi saat laga el classico.
Dalam video dokumenter
Corazon de Sergio Ramos atau Hati dari Sergio Ramos, ia
mengatakan bahwa itu adalah bagian dari hasrat profesionalitasnya sebagai
pemain sepak bola.
Bagi Sergio
Ramos, sepak bola merupakan hasrat, dedikasi, dan profesionalitas. Hal itu
dijelaskan oleh ibunya di film dokumenter tersebut. Ramos kecil pernah
menyakiti kakaknya saat bermain sepak bola. “Di dalam sepak bola tidak ada yang
namanya saudara,” kata Ramos kepada kakaknya. Sontak hal tersebut membuat sang
ibu tertawa.
Peran Sergio
Ramos tidak hanya sebagai pemimpin lapangan. Tetapi, dia juga seorang pemimpin
rumah tangga. Ia memiliki seorang istri dan empat orang anak. Di film itu Ramos
kerap kali menunjukkan sikapnya yang menyayangi keluarga. Mulai dari memasak
untuk anaknya, mencium kening istrinya, hingga memberi motivasi.
Tak lepas dari
jiwa seorang pemimpin, Ramos memiliki pendukung yang setia yakni Pilar Rubio
seorang presenter, aktris sekaligus model ini merupakan istri dari sang kapten.
Berpacaran mulai dari 2012 hingga 2018, Ramos memberanikan diri untuk
meminangnya pada tahun 2019 di Sevilla kota kelahirannya.
Sergio Ramos
bertemu dengannya berawal dari bermimpi seorang Wanita selama tiga hari
berturut turut. Ramos pun mengatakan hal tersebut kepada kakaknya, saudari dan
seorang teman dekat untuk bertanya “apakah ia harus memberikan pesan kepadanya”
Ujar sang kapten. Dia sangat Bahagia Ketika dekat dengan istrinya.
Menggunakan ban
kapten, merupakan hal yang sangat besar bagi Ramos. Dia harus bekerja keras
untuk memberikan hasil terbaik bagi timnya, bahkan darah pun harus rela ia
korbankan. Hal ini terbukti Ketika Real Madrid melawan kota serivalnya yaitu
Atletico Madrid.
Kala itu Ramos
mengalami patah tulah di hidung yang disebabkan oleh sepakan dari lawan. Hal
tersebut membuat sang kapten ditarik lebih cepat. Saat pertandingan usai, ramos
membuat pernyataan di Instagramnya “Saya akan berdarah seribu kali untuk lencana
ini dan baju ini. Terima kasih atas dukunganmu. Aku akan kembali dalam waktu
singkat.” Tulisnya.
Tidak hanya
itu, dedikasi Ramos ditunjukkan saat ia berada dalam masa sulit. Setelah
hengkangnya Cristiano Ronaldo sebagai penyerang dan Zinedine Zidane sebagai
pelatih Real Madrid. Pada tahun 2019 klubnya mengalami rekor buruk, tekanan
dari fans kepada Ramos pun sering tertuju. Hal tersebut sering membuat ia
kebingungan.
Tetapi Ramos tidak tinggal diam, sebagai figur besar dalam tim. Ramos tidak sungkan untuk bersowan kepada kapten terdahulu Real Madrid seperti Fernando Hierro, Raul hingga Jose Camacho untuk berkonsultasi ketika ia menghadapi fase yang sulit sebagai kapten.
Generasi sekarang mungkin sudah jarang yang mengenal ruwatan. Itu adalah ritual Jawa untuk menolak bala atau sial. Di Malang, ada seorang dalang yang juga dikenal sebagai dalang ruwatan. Namanya Joko Setiono atau biasa dikenal sebagai Ki Jecko Sentiong. Julukan itu ia dapatkan lantaran kata teman-temannya, wajahnya mirip bintang film Jacky Chan.
Ia dulunya seorang MC Jawa yang biasa diundang untuk memandu acara pernikahan. Sejak 1998 pria kelahiran 26 September 1959 itu menjadi MC. Buat hobi, bukan menjadi pekerjaan utamanya. "Sehari-hari saya dosen Teknik Sipil dan mengajar mata kuliah () di Politeknik Negeri Malang," ujar Joko Setiono. Baru pada 2014, Ki Jecko menjadi dalang ruwat. Kemampuan sebenarnya sudah ia pelajari sejak kecil secara otodidak. Lalu ia perdalam dengan berkonsultasi dengan para ahli seni budaya pewayangan.
Menurut Ki Jecko, ruwatan sendiri pergelaran seni wayang kulit yang menceritakan kehidupan Batarakala yang mengganggu manusia. Menurut cerita pewayangan pada jaman dahulu, ketika Batarakala yang ingin mengganggu kehidupan manusia dan diketahui oleh seorang Ki Ganda Buana akhirnya beliau memisahkan antara yang baik dan yang batil maka hilanglah sukerto atau keraguan pada diri manusia akibat gangguan dari Batarakala, iblis, dan para pasukannya.
Kegiatan ruwatan, kata Ki Jecko, terinspirasi oleh cerita kuno yang dikembangkan menjadi pergelaran. Sekaligus sebagai hiburan, tontonan, dan tatanan. "Kegiatan ini biasa dilakukan pada bulan Muharam atau bulan Suro. Dilakukan pada pagi hari atau siang hari," kata bapak empat anak itu.
Mungkin secara umum ruwatan dan ruqyah memiliki tujuan yang sama yaitu untuk mengusir serba kesialan atau tolak bala yang terutama berkaitan dengan gangguan dari makhluk gaib, sihir, atau lainnya. Namun, dua kegiatan tersebut memiliki perbedaan, seperti jika ruqyah tidak perlu membawa sajen atau sesajen, jika ruqyah memerlukan ustad dan beberapa orang pendamping, maka ruwatan juga memerlukan pemimpin atau biasa disebut dengan dalang ruwat dan juga memerlukan banyak orang pendamping tak hanya itu, pasti memerlukan juga sinden yang diiringi oleh gamelan. Di era modern sekarang ini banyak orang yang tidak mengetahui apa itu ruwatan, “Ditengah gempurannya budaya barat maka dari itu saya tetap melakukan kegiatan tersebut karena saya sendiri memiliki motto untuk melestarikan tradisi Jawa, dan kegiatan tersebut digunakan sebagai sarana media pembangun karakter generasi bangsa,” kata Dosen pengampu mata kuliah kesehatan dan keselamatan kerja.
Sebelum melakukan prosesi ruwatan, ada beberapa persyaratan yang harus lebih dulu dipenuhi, yaitu; Nasi kuning yang memiliki makna mendapatkan rezeki yang berlebihan, Tumpeng yang memiliki makna sebagai bentuk mensyukuri sebuah kenikmatan yang sudah diberikan, nasi golong yang bermakna mendapatkan rezeki yang bergantian, nasi kebuli yang bermakna apabila memiliki keinginan atau hajat agar dapat segera dikabulkan, jenang abang yang terbuat dari ketan dan dikasih gula dan kelapa, bubur sengkolo bermakna untuk membuang atau menjauhkan dari segala kesialan, jajanan pasar yang bermakna untuk mendapatkan rezeki yang banyak dan jauh dari segala permasalahan dan yang terakhir adalah rujak legi sebagai lambang penafsiran.
Setelah menyiapkan persyaratan tersebut maka selanjutnya adalah prosesi pertama yaitu, siraman yang mengandung nilai pembersih badan manusia yang menggunakan air kembang setaman; kembang kenanga, kembang melati, dan kembang mawar, kedua sesaji dan selamatan agar orang yang diruwat selalu dalam keadaan selamat, ketiga penyerahan sarana, yaitu memberikan perlindungan terhadap orang yang tergolong sukerta atau orang - orang yang sial atau perlu diruwat. keempat yaitu upacara memotong rambut yang bermakna bahwa segala kotor harus dipotong atau dibuang dan yang terakhir adalah tirakatan atau ungkapan rasa syukur dan berterima kasih terhadap Tuhan Yang Maha Esa atas perlindungannya. Sesajen yang digunakan dalam kegiatan ruwatan tidak hanya berupa makanan, melainkan ada juga benda - benda lainnya, seperti bunga, padi, kain dan masih banyak lagi. Persembahan sesajen merupakan sarana komunikasi atau interaksi dengan makhluk tak kasat mata. Selain untuk sarana komunikasi tak lupa juga menyajikan sesajen khusus untuk memuja Batara Kala.
Kegiatan ruawatan ini memiliki pro dan kontra dalam masyarakat, dalam ajaran agama islam tidak mengenal tradisi ruwatan untuk menolak bala, yang diperbolehkan dalam ajaran agama islam adalah tasyakuran yang biasa dilakukan dalam adat masyarakat ketika mendapatkan rezeki dengan menggelar tasyakuran. Namun, ada beberapa masyarakat yang mempercayai kegiatan ruwatan ini karena berpengaruh pada keselamatan keluarganya. “Walaupun banyak pro dan kontranya, kegiatan ini semestinya tetap dilakukan untuk melestarikan budaya-budaya Jawa yang kini mulai tergeserkan oleh budaya barat,” Tutur pria usia 63 tahun.