Top News

Debut pertama Kelas 3A BIKBP menulis berita di koran online

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Alda Rizky. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alda Rizky. Tampilkan semua postingan

Hunting Takjil, Taman Krida Budaya is Crowded with Visitors During Ramadhan

Malang - Ngabuburit or takjil hunting is an activity that some people look forward to when fasting during Ramadhan. Ramadan is identical to takjil markets in some areas, including in Malang City, East Java.

There are several points that become the locations of takjil sellers and are very suitable if chosen as a place for ngabuburit or spending time before iftar.

One of the location points which is crowded with the takjil market is Taman Krida Budaya which is located on Soekarno-Hatta Street and opposite the Hospital of Brawijaya University.

Taman Krida Budaya in Soekarno-Hatta area is crowded with the takjil sellers and visitors.

On normal days, the traffic flow on Soekarno-Hatta Street Malang is quite busy. However, during Ramadhan, this area will be crowded with takjil sellers. This place is a target for takjil sellers.

They sell a variety of heavy meals, snacks, fresh drinks, and various fried foods for iftar such as pecel rice, fried rice, meatballs, chicken noodles, mixed ice, fruit ice, coconut ice, dimsum, cilok, dumplings, egg rolls, batagor, and various processed seafood.

A woman selling fried food serves the customers.


It is not surprising that the takjil market at Taman Krida Budaya is always crowded with visitors starting at 4 pm until the end of iftar. In fact, because many people walk on the roadside, it is difficult to avoid traffic jam.

This situation cause a traffic jam. Vehicles passing through this area must reduce their speed.

The atmosphere of the takjil market at Taman Krida Budaya before iftar.


But, the enthusiasm of the people who come to visit the takjil market on Soekarno-Hatta Street was never empty. This thing makes it very popular, especially among young people in Malang City.

Moreover, it's a strategic location and close proximity to the universities such as the State Polytechnic of Malang, Brawijaya University, UIN Maulana Malik Ibrahim, Widyagama University, and etc.

In addition, the takjil market in the Soekarno-Hatta Street area also provides a place for parking, for both 2 and 4-wheeled vehicles.

Talking about prices, the visitors do not need to worry because food and snacks at this takjil market are sold in quite affordable prices and of course friendly for student pockets.

Maghfirotun, one of the visitors who is a student from the State Polytechnic of Malang, often visits Taman Krida Budaya to buy takjil for iftar.

She said, "I usually come here with my friends, around 16.30. It's really crowded! There are many options for food. I often buy egg rolls, dimsum, and fruit ice. Anyway, the prices are affordable, starting from Rp. 1,000."







Berburu Takjil, Taman Krida Budaya Ramai Pengunjung di Bulan Ramadhan

Malang - Ngabuburit atau berburu takjil menjadi kegiatan yang dinantikan bagi sebagian orang saat berpuasa di bulan Ramadhan. Bulan Ramadhan memang identik dengan adanya pasar takjil di sejumlah daerah, termasuk di Kota Malang, Jawa Timur. 

Ada beberapa titik yang menjadi lokasi para penjual takjil dan sangat cocok jika dipilih sebagai tempat untuk ngabuburit atau menghabiskan waktu sebelum berbuka puasa.

Salah satu titik lokasi yang ramai dengan pasar takjil yaitu Taman Krida Budaya yang terletak di Jalan Soekarno-Hatta dan sekaligus berhadapan dengan Rumah Sakit Universitas Brawijaya.

Taman Krida Budaya di kawasan Jalan Soekarno-Hatta dipadati penjual takjil dan pengunjung.

Pada hari-hari biasa, arus lalu lintas di Jalan Soekarno-Hatta Malang cukup ramai. Namun, saat bulan puasa, kawasan ini akan dipadati oleh pedagang takjil. Tempat ini menjadi langganan bagi para pedagang takjil yang berjualan saat bulan Ramadhan.

Mereka menjual berbagai makanan berat, camilan, minuman segar, aneka gorengan untuk berbuka puasa seperti nasi pecel, nasi goreng, bakso, mie ayam, es campur, es buah, es degan, dimsum, cilok, siomay, telur gulung, batagor, pangsit dan beragam olahan seafood.

Seorang ibu penjual gorengan sedang melayani pembeli.

Tidak mengherankan jika pasar takjil di Taman Krida Budaya ini selalu ramai dipenuhi pengunjung mulai jam 4 sore hingga selesai waktu berbuka puasa. Bahkan, karena padatnya orang yang berjalan di bahu jalan, kemacetan pun sulit untuk dihindari.

Keadaan tersebut menimbulkan kepadatan arus lalu lintas. Kendaraan-kendaraan yang melewati kawasan ini harus mengurangi laju kecepatan.

Suasana pasar takjil di Taman Krida Budaya menjelang buka puasa. 

Meskipun demikian, antusias dari masyarakat yang datang mengunjungi pasar takjil di Jalan Soekarno-Hatta ini tidak pernah sepi. Hal ini menjadikannya sangat populer terutama di kalangan anak-anak muda di Kota Malang.

Apalagi lokasinya yang strategis dan berdekatan dengan sejumlah kampus seperti Politeknik Negeri Malang, Universitas Brawijaya, UIN Maulana Malik Ibrahim, dan Universitas Widyagama dan masih banyak lagi.

Selain itu, pasar takjil di kawasan Jalan Soekarno-Hatta ini juga menyediakan tempat untuk parkir, baik untuk kendaraan roda 2 maupun roda 4.


Berbicara tentang harga, para pengunjung tidak perlu khawatir karena jajanan di pasar takjil ini dijual dengan harga yang cukup terjangkau dan tentunya ramah di kantong mahasiswa.


Maghfirotun, salah satu pengunjung yang merupakan seorang mahasiswi dari Politeknik Negeri Malang, sering datang ke Taman Krida Budaya untuk membeli takjil berbuka puasa. 


"Biasanya aku datang ke sini sama teman-teman, sekitar jam 16.30. Ramai banget! Menu makanannya juga banyak. Aku sering beli telur gulung, dimsum sama es buah. Harganya terjangkau pokoknya, mulai dari Rp, 1.000 an." ujarnya. 


Erupsi Gunung Merapi Diprediksi Masih Terus Berlanjut

 


    Luncuran awan panas Gunung Merapi terlihat dari Turi, Sleman, Minggu, 12 Maret 2023.

Triple A News - Rangkaian luncuran awan panas dari Gunung Merapi diawali longsoran kubah lava. Awan panas yang dikeluarkannya sejak Sabtu siang, 11 Maret 2023 masih terus berlanjut hingga Minggu petang, 12 Maret 2023. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta mencatat bahwa gunung tersebut secara keseluruhan telah mengeluarkan awan panas sebanyak 56 kali hingga Minggu pukul 18.00 WIB. 

Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso mengatakan, erupsi tersebut diakibatkan oleh aktivitas vulkanik yang masih cukup tinggi dan adanya longsoran dari kubah lava di sisi barat daya. Aktivitas seismik disebutnya tidak menjadi faktor pemicu, tetapi aktivitas magma masih ada serta potensi keluarnya yang cukup tinggi mengakibatkan status Merapi menjadi siaga.

Selama 1 tahun terakhir, erupsi Merapi cenderung mengarah ke barat daya. Sementara aktivitas gempa internal juga masih cukup tinggi. Dalam sepekan terakhir, gempa vulkanik terjadi sebanyak 77 kali per hari.

"Erupsi hari ini merupakan gabungan karena kubah lava di sisi barat daya tempatnya miring dan tidak stabil. Jadi, mendapat pengaruh dari dalam atau tidak bisa runtuh tiba-tiba. Aktivitas internal memang ada tekanan. Kapan runtuhnya kubah lava, tergantung dari ketidakstabilan kubah lava sendiri," ujar Agus. 



Luncuran awan panas saat erupsi Merapi, Sabtu (11/3 - 2023)./Twitter @BPPTKG


Awan panas terakhir pada Minggu kemarin meluncur pada pukul 17.42 WIB sejauh 1,2 kilometer ke arah barat daya atau Kali Bebeng. BPPTKG memprediksi bahwa awan panas masih bisa terjadi beberapa waktu ke depan.

"Prediksi awan panas masih bisa terjadi lagi karena melihat data seismik dan aktivitas vulkanik di dalam gunung," kata Agus.

Dari situasi tersebut, Agus menjelaskan jika gumpalan awan panas berhenti atau menurun intensitasnya, maka masih berpotensi berulang lagi ke depannya. 

"Oleh sebab itu, kami mengimbau masyarakat agar menjauhi daerah rawan bahaya yang sudah ditetapkan," kata Agus. 

Selain itu, awan panas Gunung Merapi menyebabkan sejumlah wilayah di Kabupaten Boyolali dan Magelang terkena hujan abu. Sementara Kabupaten Sleman telah mengantisipasi dengan menutup kawasan wisata dan penambangan pasir serta batu di kaki gunung tersebut. 




Kekurangan Pangan, Korea Utara Menjadi Semakin Terpuruk, Ini Kata Para Ahli




Seoul, Korea Selatan (CNN) — Kekhawatiran tentang kekurangan makanan kronis di Korea Utara meningkat, berbagai sumber menunjukkan bahwa minggu ini kemungkinan menyebabkan kematian akibat kelaparan.

Beberapa ahli mengatakan negara itu telah mencapai titik terburuk sejak kasus kelaparan tahun 1990-an yang dikenal sebagai "Maret yang Sulit" yang menyebabkan kelaparan massal dan menewaskan ratusan ribu orang, atau diperkirakan 3-5% dari populasi yang saat itu berjumlah 20 juta orang.

Data perdagangan, citra satelit, penilaian oleh PBB dan otoritas Korea Selatan semuanya menunjukkan bahwa pasokan makanan kini telah “menurun di bawah jumlah yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan minimum manusia,” menurut Lucas Rengifo-Keller, seorang analis penelitian di Peterson Institute for International Economy.

Bahkan jika makanan didistribusikan secara merata, sesuatu yang hampir tidak terbayangkan di Korea Utara di mana elit dan militer diprioritaskan, Rengifo-Keller mengatakan “Anda akan mengalami kematian karena kelaparan.”

Pejabat Korea Selatan setuju dengan penilaian itu. Seoul baru-baru ini mengumumkan bahwa kematian akibat kelaparan terjadi di beberapa daerah di Korea Utara. Meskipun memiliki bukti kuat untuk mendukung klaim itu, hal ini menjadi sulit karena isolasi negara tersebut. Hanya sedikit ahli yang meragukan penilaiannya.

Bahkan sebelum pandemi Covid-19, hampir setengah dari populasi Korea Utara kekurangan gizi, menurut Organisasi Pangan dan Pertanian PBB. Tiga tahun perbatasan tertutup dan isolasi hanya dapat memperburuk keadaan.

Merasa putus asa karena situasi tersebut, pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un mengadakan pertemuan Partai Buruh selama empat hari di minggu ini untuk membahas perbaikan sektor pertanian. Dia menyebut "transformasi fundamental" dalam pertanian, negara serta rencana ekonomi dan kebutuhan untuk memperkuat kontrol negara atas pertanian.

Truk-truk Korea Utara yang memuat karung jagung menunggu izin di perbatasan China pada tahun 1997, selama periode kelaparan yang dikenal sebagai "Maret yang Sulit".

Tetapi beberapa ahli mengatakan, Pyongyang hanya menyalahkan dirinya sendiri atas masalah tersebut. Selama pandemi, Pyongyang meningkatkan kecenderungan isolasionisnya, membangun pagar lapis kedua sepanjang 300 kilometer dari perbatasannya dengan China dan membatasi perdagangan lintas batas yang dapat diaksesnya. Dalam satu tahun terakhir telah menghabiskan sumber daya yang berharga untuk melakukan sejumlah tes rudal.

“Ada perintah menembak di depan mata (di perbatasan) yang diberlakukan pada Agustus 2020. Blokade pada pariwisata dan perdagangan, termasuk perdagangan resmi yang sangat terbatas (sebelumnya),” kata Lina Yoon, seorang peneliti senior di Human Rights Watch.

Selama tahun 2022, China secara resmi mengekspor hampir 56 juta kg gandum atau tepung maslin dan 53.280 kg sereal dalam bentuk biji-bijian ke Korea Utara, menurut data bea cukai China.

Tapi tindakan keras Pyongyang telah menahan perdagangan tidak resmi, seperti yang ditunjukkan Yoon yaitu “Salah satu jalur kehidupan utama pasar di Korea Utara adalah tempat orang asli Korea Utara membeli produk.”

Kasus-kasus di mana orang menyelundupkan produk China ke negara itu, dengan menyuap penjaga perbatasan hampir tidak ada sejak perbatasan ditutup.

Berbagai ahli mengatakan, akar permasalahannya adalah kesalahan dalam mengelola ekonomi selama bertahun-tahun. Upaya Kim Jong Un untuk meningkatkan kontrol negara hanya akan memperburuk keadaan.

“Perbatasan Korea Utara perlu dibuka untuk memulai kembali perdagangan dan membawa barang-barang ini untuk meningkatkan pertanian serta bahan makanan bagi penduduk. Tetapi saat ini mereka mengutamakan isolasi dan represi,” kata Yoon.


Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un berpidato di Partai Buruh Korea di Pyongyang, Korea Utara, pada 26 Februari 2023.

Tetapi seperti yang ditunjukkan oleh Rengifo-Keller, bukanlah kepentingan Kim untuk membiarkan perdagangan tidak resmi di masa lalu muncul kembali di negara yang diperintah secara dinasti ini. “Rezim tidak menginginkan kelas wirausaha berkembang yang dapat mengancam kekuatannya.”

Lalu, ada tes rudal yang tetap menjadi obsesi Kim dan penolakannya secara terus-menerus atas tawaran bantuan dari negara tetangganya.

Menteri Luar Negeri Korea Selatan Park Jin, mengatakan kepada CNN dalam sebuah wawancara minggu lalu bahwa “Satu-satunya cara agar Korea Utara dapat keluar dari masalah ini adalah kembali ke meja dialog dan menerima tawaran kemanusiaan kami serta membuat pilihan yang lebih baik untuk kedepannya."

Pada hari Kamis 2 Maret 2023, Menteri Han Duck-soo mengatakan kepada CNN “Situasi memburuk, intelijen kami menunjukkan bahwa kebijakan mereka berubah. Ketua (Kim Jong Un) ingin memberikan banyak tekanan untuk membuat negara didikte. Anda tahu, persediaan makanan untuk rakyat mereka tidak akan berfungsi.”

Kementerian Unifikasi Seoul dengan cepat menunjukkan bahwa Pyongyang tetap fokus pada program rudal dan nuklirnya daripada memberi makan rakyatnya sendiri.

Dalam pengarahan bulan lalu, wakil juru bicara Lee Hyo-jung mengatakan, “Menurut lembaga penelitian lokal dan internasional, jika Korea Utara menggunakan biaya rudal yang diluncurkannya tahun lalu untuk persediaan makanan, itu akan cukup untuk membeli lebih dari satu juta ton makanan. Diyakini lebih dari cukup untuk menutupi kekurangan pangan tahunan Korea Utara.”

Badan pembangunan pedesaan Seoul yakin produksi tanaman Korea Utara tahun lalu 4% lebih rendah dari tahun sebelumnya akibat banjir dan cuaca buruk. Rengifo-Keller khawatir puncak dari efek ini ditambah dengan "pendekatan sesat terhadap kebijakan ekonomi" rezim dapat berdampak buruk pada populasi yang sudah menderita.

“Ini adalah populasi yang kekurangan gizi kronis selama beberapa dekade. Tingkat stunting yang tinggi dan semua petunjuk menunjukkan situasi yang memburuk. Jadi, tidak perlu banyak untuk memberi tekanan pada negara dalam kelaparan.”




Oleh: , CNN

Source:

https://edition.cnn.com/2023/03/03/asia/north-korea-hunger-famine-food-shortages-intl-hnk/index.html







Jauhkan Anak dari Gadget, Gaya Parenting Tasya Kamila Tuai Pujian

 

    Perjuangan menjadi orang tua, terutama seorang ibu tidak berhenti setelah melahirkan. Justru perjalanannya baru saja dimulai. Di era digital sekarang ini, para ibu dan calon ibu dapat dengan mudah mendapatkan informasi dalam setiap tahapan atau fase yang dijalani. Itu pula yang dialami Tasya Kamila, penyanyi cilik di era 90-an.

    Tasya Kamila memang sudah bukan artis lagi. Namun, dia masih mendapat perhatian besar dari masyarakat. Terutama setelah penyanyi yang memopulerkan lagu Anak Gembala itu punya buah hati. Dari pernikahannya dengan Randi Bachtiar, Tasya dikaruniai seorang putra, Arrasya Wardhana Bachtiar, yang lahir tiga tahun silam.

    Perempuan 29 tahun itu begitu bersemangat dalam belajar dan meluangkan waktu untuk sang buah hati. Juga rajin mencari informasi dari berbagai sumber seperti internet dan dokter anak untuk mempelajari tahapan tumbuh dan kembang anak sesuai usianya. 

   Menurut Tasya, pola didik sejak usia dini sangat berpengaruh terhadap kebiasaan anak di kemudian hari. Melalui akun Instagramnya @tasyakamila, dia sering membagikan tips tentang pola pengasuhan anak. Perempuan pemilik zodiak Scorpio itu pun tak segan berbagi informasi bagaimana cara merawat serta mengasuh Arrasya. 

    Salah satunya dalam hal pemenuhan gizi dan nutrisi yang cukup untuk anak. Sejak mendapatkan MPASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu), Arrasya selalu nampak lahap makan. Hal ini dikarenakan Tasya selalu melakukan aturan makan untuk Arrasya. Misalnya makan harus duduk. 

    Selain itu, Tasya juga benar-benar memperhatikan asupan gizi sang anak. Menurutnya, nutrisi yang cukup akan sangat membantu kemampuan berpikir sang anak sekaligus menjaga imunitasnya. Tentu saja, makanan tersebut harus makanan yang sehat dengan gizi seimbang.

    Tasya selalu memberikan kesempatan kepada anaknya untuk belajar sendiri. Hal tersebut bertujuan untuk melatih sang anak agar bisa menggali dan menemukan minat, bakat, dan potensinya sendiri untuk perkembangan kognitif Arrasya. "Saya mempelajari hal-hal baru dalam mendidik Arrasya supaya bisa tumbuh dan berkembang secara optimal," kata perempuan kelahiran 22 November 1992 itu.

   Tasya pun sering mengajak sang anak untuk melakukan hal-hal baru. Berenang misalnya. Hal ini dimaksudkan agar sang anak memiliki banyak kenangan dan pengalaman di masa kecilnya. Selain itu, juga bisa menumbuhkan serta memupuk rasa percaya diri pada anak untuk melakukan suatu hal baru.

    Walaupun terdengar sepele, bermain bersama anak dapat menumbuhkan bonding atau ikatan emosional yang kuat antara orang tua dan anak. Selain itu, interaksi yang terjadi ketika bermain dengan anak akan memperkaya kosa kata sang anak. Tasya Kamila juga selalu menyempatkan waktu untuk bermain dengan anak di tengah-tengah kesibukannya. Dia juga membatasi screen time atau penggunaan gadget pada anaknya.

    Dalam masa-masa golden age anak, para orang tua diharapkan mampu untuk melatih semua aspek dalam diri sang anak, seperti melatih dan menstimulasi motorik. Tasya sering kali mengajak sang anak bermain basket. Hal ini bertujuan untuk mengasah motorik kasar sang anak.

   Fakta menariknya, Arrasya berhasil mencuri perhatian publik dengan hobinya yang suka mengoleksi kipas angin. Dia yang baru berusia 3 tahun bisa mengetahui jenis-jenis kipas dan cara menyalakannya. Tidak hanya kegemarannya terhadap kipas angin, kebiasaan Arrasya yang jauh dari gadget membuat banyak orang menjadi kagum dengan pola asuh Tasya. 

     Ilmu parenting atau pola dalam mengasuh anak memang sangat penting untuk dipelajari para orang tua. Baik sebelum atau setelah menjadi orang tua. Hal ini berguna untuk menunjang tumbuh kembang serta pembentukan karakter pada diri sang anak.

Indonesia Bangun Budaya Siap Bencana

 Indonesia Bangun Budaya Siap Bencana

Sekitar 100 juta penduduk Indonesia tinggal di daerah rawan banjir, yang berjumlah hampir 1/3 dari populasi nasional. Pemindahan penduduk dari daerah rawan bencana ke tempat yang aman cukup menantang.

Selama 1 dekade dari tahun 2010 hingga 2021, Indonesia mengalami 9.894 banjir yang menewaskan 2.394 orang. Selain itu, menyebabkan kerugian ekonomi rata-rata Rp 22,8 triliun serta menganggu aktivitas masyarakat seperti transportasi, pertanian, dan sektor lainnya.

Indonesia yang rentan terhadap banjir disebabkan karena letak geologisnya yang kompleks, yaitu di pertemuan tiga lempeng tektonik utama dunia: Eurasia, India-Australia, dan Pasifik. Hal ini menyebabkan terbentuknya rangkaian gunung api yang menyebabkan Indonesia rentan terhadap letusan gunung berapi, gempa bumi, tsunami, tanah longsor, dan cuaca ekstrem. 

Data Indeks Risiko Bencana Nasional Indonesia menunjukkan bahwa pada tahun 2021, terdapat 324 kabupaten dan kota yang tergolong sebagai daerah yang berisiko banjir tinggi, 69 berisiko sedang, dan 3 yang berisiko rendah.

Aktivitas masyarakat juga dapat memperparah dampak dari banjir, seperti perubahan tata guna lahan di hulu, penggundulan hutan, serta saluran drainase yang tidak memadai atau tidak berfungsi dengan baik di kota-kota besar, khususnya Jakarta. 

Risiko bencana banjir meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk yang membutuhkan tempat tinggal yang lebih aman. Pengelolaan dan penanggulangan banjir tidak dapat didasarkan pada batas-batas administratif, tetapi harus dikoordinasikan dalam satu wilayah DAS (Daerah Aliran Sungai), termasuk faktor hulu dan hilir.

Penataan ruang wilayah merupakan tahap awal dalam upaya mitigasi bencana. Namun, tanggapan di berbagai daerah di Indonesia untuk memasukkan informasi bencana dalam penyusunan rencana tata ruang masih belum merata.

Peningkatan kesiapsiagaan masyarakat di daerah rawan banjir dapat dilakukan melalui pendidikan, sosialisasi, pelatihan, penyusunan SOP (Standard Operasional Prosedur) banjir, penyusunan peta jalur evakuasi dan titik aman, serta peringatan dini banjir. 

Sistem peringatan dini banjir telah dibangun di beberapa wilayah di Indonesia. Namun, belum semuanya berjalan secara optimal karena beberapa alasan, antara lain: rendahnya pemahaman masyarakat tentang risiko banjir, sistem peringatan dini banjir dan pemantauan saluran air yang belum terintegrasi; sosialisasi peringatan dini banjir yang belum efektif dan efisien; kurangnya kapasitas masyarakat dalam merespon informasi dan peringatan dini banjir; kurangnya koordinasi antar instansi dan pemerintah daerah dalam penyampaian peringatan dini banjir kepada masyarakat; serta pemanfaatan teknologi yang belum optimal. 

Pendidikan bencana sangat penting untuk mencapai ketahanan masyarakat dalam menghadapi bencana, dan harus diperkenalkan sejak dini baik di lingkungan keluarga maupun sekolah untuk mengubah pengetahuan menjadi budaya. Sebuah proses yang membutuhkan waktu lama dan upaya terus menerus.

Namun, sampai saat ini, Indonesia memiliki kurikulum yang terbatas untuk mewajibkan atau membimbing pendidikan bencana di sekolah, baik di kelas maupun di ekstrakurikuler. Pendidikan bencana yang memberikan pengetahuan tentang kebencanaan, mengimplementasikan, mengantisipasi dan merespon kejadian bencana ke dalam kehidupan sehari-hari, pada saatnya akan bermuara pada kesiapsiagaan yang menjadi budaya masyarakat, meningkatkan ketahanan nasional dan mitigasi dalam menghadapi risiko banjir yang semakin meningkat.