Top News

Debut pertama Kelas 3A BIKBP menulis berita di koran online

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Satrio Widodo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Satrio Widodo. Tampilkan semua postingan

Depot Panjang Umur, Pendatang Baru yang Dipadati Muda - Mudi Kota Malang

Baru buka pada Maret 2023 lalu namun sudah diserbu para pecinta kuliner "Chinese" terutama pada bulan Ramadhan ini.

Depot Panjang Umur ramai dikunjungi pada saat waktu berbuka Puasa

Malang, 13 April 2023. Belakangan ini banyak sekali para pendatang baru dalam dunia kuliner yang merambak di Kota Malang, berbagai macam adaptasi masakan telah dihadirkan, seperti "Chinese Food" yang sedang digamblangi oleh para pemuda, kopitiam bernuansa ala pecinan lama kerap kali dijumpai di dalam Kota ini. Salah satunya ialah Depot Panjang Umur yang berlokasi di Jalan Mundu, Sukun, Kota Malang. Sebuah depot makan bernuansa "Vintage Chinese" sederhana yang baru dibuka pada tanggal 13 Maret 2023 lalu dan berhasil menyita banyak perhatian serta antusiasme dari berbagai kalangan. Sajian andalan mereka adalah Mie Polos Szechuan dengan berbagai macam rempah China di dalamnya, tentu saja dengan daya pikat yang disuguhkan oleh Depot Panjang Umur ini membuat mereka ramai diserbu pengunjung mulai dari awal dibuka hingga pada momen Ramadhan ini. Tak hanya luput dari itu, Depot ini pun juga memiliki hidangan yang tak kalah menarik dan menggoyang lidah, yaitu Nasi Ayam Ngohiong berupa Nasi yang dimasak dengan rempah, kemudian disajikan dengan Ayam Charsiu dan Kailan Krispi. 


Nasi Ayam Ngohiong dan Mie Szechuan yang diramu oleh Depot Panjang Umur


Tempat yang dihadirkan oleh Depot Panjang Umur inipun juga terkesan tidak terlalu besar, tapi berbekal konsep "Old Chinese" yang diangkat membuat banyak pengunjung merasa nyaman dalam menikmati berbagai hidangan yang disajikan, rasa yang nikmat dan nuansa seperti makan di kedai pecinan sangat kental terasa, meskipun tema yang diangkat adalah Chinese Food, depot ini dapat dipastikan 100% halal, karena semua kondimen dan bahan baku yang digunakan tidak mengandul alkohol maupun babi. Pada bulan Ramadhan ini, tempat ini selalu ramai dan penuh akan pengunjung, banyak sekali para pemuda Kota Malang yang merasa kepo atau ingin tahu akan Depot yang satu ini, sehingga banyak dari mereka yang mengadakan buka bersama sembari menikmati suasana kebersamaan mereka.

Suasana Berbuka di Depot Panjang Umur

Karena keterbatasan tempat, Depot Panjang Umur ini membuka layanan reservasi tempat melalu DM (Direct Message) Instagram dan Whatsapp, terlihat terdapat beberapa meja yang sudah dipesan ditengah ramai dan panjangnya antrian dari pengunjung yang sangat antusias untuk menunggu giliran tempat duduk. Dengan berbagai kemudahan dalam berjejaring sosial, membuat tempat ini sangat ramai diperbincangkan dan menjadi salah satu rekomendasi untuk berbuka puasa, tak luput dari itu, banyak sekali "Food Reviewer" yang datang ke tempat ini untuk mendokumentasikan kenikmatan dari sajian Depot panjang Umur ini, seperti Cah Luwe dan beberapa selebgram Kota Malang. 
salah satu pengunjung mengatakan "Aku tahu tempat ini soalnya dia fyp di TikTok dan katanya Mie mereka itu enak banget sama tempatnya yang comfy dan gak terlalu gede, apalagi kailan krispinya,debest banget''. Meski belum terlalu lama mengudara, Depot Umur ini sudah mempunyai pamornya sendiri ditengah ramainya usaha kuliner di Kota Malang ini. Bagi kalian pencinta kuliner "Chinese'' dan sesuatu yang berbau pedas, maka Depot Panjang Umur dapat menjadi pilihan.

Heboh, Ratusan Kerangka Manusia Ditemukan di Situs Sekte Arab Saudi

 

Foto: dok Oxford Archeology


Jakarta, CNBC Indonesia - Arkeolog di Arab Saudi menemukan sisa jenazah manusia purba yang terkubur bersama ratusan tulang hewan di dalam sebuah situs ritual sekte prasejarah. Monumen ini dipercaya berusia sekitar 7.000 tahun.

Mengutip laman livescience, jejak sejarah tersebut ditemukan di dalam Mustatil, sebuah tempat yang namanya diambil dari bahasa Arab yang berarti 'persegi panjang'. Reruntuhan itu adalah salah satu dari lebih dari 1.600 Mustatil yang ditemukan di Arab Saudi sejak tahun 1970-an.

Sisa peninggalan bangunan beserta tulang belulang laki-laki berusia sekitar 30-an ini sebagian besar terendam di bawah pasir. Dipercaya, situs ini dibangun ketika gurun di Arab dulunya masih dipenuhi rumput subur tempat gajah berkeliaran dan kuda nil mandi di danau.

Mustatil dibangun oleh anggota sekte yang tidak dikenal. Saat perubahan iklim perlahan mengubah tanah menjadi gurun, anggota sekte itu kemungkinan besar berkumpul untuk melindunginya dengan mengorbankan ternak mereka kepada dewa yang tidak dikenal.Kini, berkat adanya penggalian arkeologi Mustatil baru-baru ini, yang diperinci dalam sebuah penelitian yang diterbitkan 15 Maret di jurnal PLOS One, akhir terungkap informasi baru soal struktur mistis dan anggota sekte tersebut.

"Hampir tidak ada penelitian yang ditulis tentang Mustatil dan kepercayaan yang mengelilinginya," kata penulis utama studi Melissa Kennedy, seorang arkeolog di University of Western Australia, kepada Live Science.

"Hanya 10 Mustatil yang berhasil digali, dan penelitian ini termasuk yang pertama dipublikasikan. Jadi kita masih belum banyak tahu tentang tradisi ini." tambahnya.

Menurut penelitian, penampilan Mustatil bervariasi. Tetapi, biasanya Mustatil berbentuk persegi panjang panjang yang terbentuk dari dinding batu rendah setinggi sekitar 1,2 meter.

Penggalian telah mengungkap struktur kompleks di dalam beberapa reruntuhan, termasuk dinding interior dan pilar yang mengarah ke ruang tengah yang mungkin disediakan untuk pesta dan ritual pengorbanan, kata Kennedy.

Para penyembah memasuki mustatil dari satu ujung dan berjalan sejauh 20 hingga 600 m atau lebih ke ujung lainnya. Ujungnya berbentuk platform puing yang disebut kepala. Sebuah ruang di dalam kepala menampung beytl - batu suci, terkadang berasal dari meteorit - yang digunakan anggota kultus untuk berkomunikasi dengan dewa mereka.

Mustatil yang digali oleh para peneliti, terletak 55 kilometer dari timur kota kuno Al-Ula, panjangnya 140 m dan dibangun dari batu pasir lokal. Beytl-nya adalah batu tegak besar, di sekelilingnya para peneliti menemukan 260 pecahan tengkorak dan tanduk binatang.

Potongan tulang tersebut sebagian besar berasal dari sapi ternak, meskipun para peneliti menemukan beberapa fragmen lain milik kambing ternak, kijang, dan ruminansia kecil.

"Mereka kemungkinan besar akan membawa hewan, berpotensi menyembelih mereka di tempat, mempersembahkan tanduk dan bagian atas tengkorak kepada dewa, sementara berpotensi berpesta dengan sisa jenazah," kata Kennedy.

"Kami tidak dapat memastikan apakah penyembelihan terjadi di tempat atau di tempat lain, karena kami belum menemukan sisa-sisa hewan. Namun, kami pikir kemungkinan besar terjadi di tempat, seperti tanduk, terutama tanduk. Keratin dalam tanduk - yang terdegradasi dengan sangat cepat - berada dalam kondisi yang sangat baik. Ini menunjukkan bahwa mungkin hanya ada waktu singkat sebelum tanduk dicabut dan persembahannya di dalam mustatil." ungkapnya.

Tepat di sebelah utara kepala Mustatil, para peneliti menemukan sebuah Cist, sejenis ruang pemakaman yang dibangun sepanjang zaman Neolitikum dan Perunggu di seluruh Eropa dan Timur Tengah.

Dalam ruang pemakanan itu, ditemukan tulang-tulang milik pria yang diprediksi berusia 30-an atau awal 40-an ketika dia meninggal. Peneliti menyebut pria itu kemungkinan menderita osteoarthritis, penyakit sendi degeneratif yang merupakan bentuk artritis yang paling umum.

Penanggalan radiokarbon dari tulang manusia dan hewan menunjukkan bahwa pria itu dikubur 400 tahun setelah hewan disembelih - sebuah tanda bahwa Mustatil adalah tempat ziarah berulang kali.

"Kami menemukan makin banyak bukti bahwa manusia dimakamkan di Mustatil," kata Kennedy.

"Namun, penguburan ini selalu belakangan; mereka tidak berasal dari periode waktu yang sama dengan persembahan hewan. Kami berhipotesis bahwa situs Mustatil mempertahankan kepentingannya bahkan setelah penggunaannya berhenti dan bahwa generasi selanjutnya akan menguburkan jenazah mereka di tempat-tempat ini sebagai cara menegaskan kepemilikan atas situs ini, pada dasarnya mengklaim hubungan dengan masa lalu," tambah dia.

Tujuan dari upacara mustatil masih menjadi teka-teki. Karena struktur yang membentang di gurun dibangun selama Fase Kelembaban Holocene. Fase ini berlangsung antara 7000 SM. dan 6000 SM. dan membuat dataran Arab jauh lebih basah tetapi masih rentan terhadap kekeringan dan penggurunan.

Para peneliti berpikir mungkin ada hubungan antara ritual yang dipraktikkan di dalam bangunan ini dan keinginan komunal untuk memberkati tanah yang mengering dengan hujan.

Para peneliti sekarang sedang menguji hipotesis ini dengan memetakan secara geografis penempatan mustatil yang dekat dengan tanah penggembalaan prasejarah, sungai dan danau. Harapannya, temuan ini dapat mengungkap hubungan antara praktik keagamaan kuno dan krisis iklim purba di kawasan itu.


13 Orang Tewas atas Banjir di daerah Turki yang Terdampak Gempa

 Lainnya dilaporkan hilang setelah hujan deras melanda.

Para penduduk sedang dievakuasi dari wilayah terdampak banjir di Sanliurfa, Turki, 15 Maret, 2023 [Hakan Akgun/DIA via AP]


Banjir yang disebabkan oleh hujan lebat melanda dua provinsi Turki yang hancur akibat gempa bumi bulan lalu , menewaskan sedikitnya 13 orang dan menimbulkan kesengsaraan ribuan masyarakat yang kehilangan tempat tinggal, ungkap pemerintah setempat.

Media Turki mengatakan banjir pada Rabu menewaskan 11 orang di Sanliurfa, sekitar 50 km (30 mil) utara perbatasan Suriah. Dua orang juga tewas di sekitar Adiyaman, termasuk seorang anak berusia satu tahun, dari laporan tersebut.

Sejumlah orang lainnya dilaporkan hilang. Kedua korban tewas di Adiyaman ketika gelombang air menyapu sebuah rumah kontainer di kota Tut di mana para pengungsi gempa tinggal, kata Gubernur Numan Hatipoglu. Empat orang dilaporkan hilang.

Tim penyelamat menemukan mayat dari lima warga Suriah di dalam basemen apartement yang tergenang air di provinsi dekat Sanliurfa dan dua mayat lainnya terjebak di dalam sebuah van yang terjebak di underpass karena tingginya debit air.

Empat orang lainnya tewas dan dua orang petugas pemadam kebakaran dilaporkan hilang, kata Gubernur Sanliurfa Salih Ayhan kepada media HaberTurk.

Beberapa orang dievakuasi dari camp pasca gempa yang terendam di mana para korban berlindung . Para pasien dari rumah sakit setempat juga turut dievakuasi imbas dari banjir ini, ungkap media HaberTurk.

Beberapa tayangan televisi Sanliurfa menunjukkan debit air semakin melonjak di sepanjang jalan dan menyapu setidaknya puluhan kendaraan.

Badan penanggulangan bencana Turki mengatakan lebih dari puluhan penyelam profesional terlibat dalam upaya penyelamatan di kedua provinsi tersebut.

Gempa bumi dahsyat yang melanda sebagian Turki dan Suriah pada 6 Februari menewaskan lebih dari 52.000 orangdan lebih dari 200.000 bangunan di Turki runtuh atau rusak parah.

SUMBER: AP




Asri Kolaj, Komunitas Seni Kolase Pertama di Malang

 

 



Berbicara tentang seni yang kian hari kian nyentrik dan tidak orthodox, memungkinkan bagi masyarakat untuk mengenal lebih jauh tentang ragam Seni Kontemporer, yaitu sebuah sebuah seni yang “kekinian” dan ter adaptasi dari dengan perkembangan waktu. Seni Kontemporer merupakan hasil perkembangan seni yang terpengaruh dampak modernisasi yang berkembang di Barat pasca perang dunia II, menurut Smith & Terry (2009).

Ragam dari Seni Kontemporer –pun juga beragam dan datang dari berbagai jenis karya seni berupa Seni Instalasi, Fotografi, Pementasan, dan Ukiran. Seni Kontemporer kerap sekali dikaitkan dengan aktivitas muda dan mudi atau biasa disebut  Pop up Culture, karena memang seni inidapat merepresentasikan tentang perkembangan zaman yang seiring waktu terus berkembang, sehingga dapat meningkatkan exposure dan existence dari para pelaku Seni Kontemporer ini, terlebih beberapa waktu lalu wabah COVID-19  meledak  dan membuat banyak para pemuda menjadi tidak produktif dan terkungkung oleh peraturan yang dibuat.

Pada tahun 2021 yang lalu, sekumpulan dari beberapa mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM Malang) berinisiasi untuk membentuk suatu komunitas kolektif  untuk kembali mengasah  kreatifitas dan produktivitas mereka ditengah wabah pandemic COVID – 19 yang memaksa mereka untuk melaksanankan perkuliahan secara daring. Melalui barang barang bekas berupa koran, majalah dan foto lama mereka dapat menghasilkan suatu karya mereka berupa Seni Kolase, yaitu sebuah karya seni yang terbentuk atas tempelan – tempelan dari potongan koran, majalah dan foto bekas yang disatukan menjadi kolase yang menarik. Alif Tegar Syahputra, salah satu anggota Asri Kolaj yang juga merupakan founder dari komunitas ini mengatakan “Dengan bentuk latar belakang yang sama dari beberapa teman kampus dengan tenggang rasa yang sama atas pandemic yang sedang terjadi, kami memutuskan untuk membentuk komunitas yang dimana dapat menjadi wadah bagi para muda – mudi di Malang untuk menyalurkan bakat seni mereka dalam Asri Kolaj ini.” Alif pun mulai menggali apa makna dan asal – usul dari seni kolase ini, bersama rekan-nya yang bernama Qodri, ia pun bergerak untuk mengkampanyekan Asri Kolaj dimulai dari social media guna memperkenalkan Seni Kolase ini serta dalam rangka mencari anggota anggota baru dari lingkup kampusnya.

 


“Seni Kolase ini kami adaptasi dari seniman di tahun 1914 berna Pablo Picasso, dimana pada saat itu dia sedang menderita kelumpuhan yang memaksa ia tidak dapat merkecimpung dalam dunia seni seperti saat sedia kala. Oleh karena itu, Picasso berusaha melawan batasan – batasan dalam dunia seni yang terlalu orthodox dalam menuntut setiap karya untuk selalu rapi, setimbang dan seimbang, hingga akhirnya lahirlah Seni Kolase yang saat ini sedang kami branding kepada masyarakat.” Ungkap Alif dalan sesi wawancara Zine Day’s Out (12/11/22). Dalam perjalanannya hingga saat ini, Asri Kolaj mampu mengumpulkan 15 anggota tetap yang berhasil dikumpulkan melalui event mingguan yang mereka adakan bernama “Kolbar”, dimana acara ini disenggelarakan tiap Minggunya di tempat yang berubah ubah dalam rangka memperkenalkan kepada public serta mengajak mereka untuk turut serta dalam berseni kolase, event “Kolbar” inipun tidak dipungut biaya, hanya sekedar mengisi data administrasi yang mereka sebarkan melalui akun Instagram mereka yang bernama @asri.kolaj.

 


2 tahun berlalu semenjak Asri Kolaj berdiri, komunitas ini mampu menghadirkan karya – karya yang mungkin sangat tidak Orthodox namun tetap memiliki nilai estetika dan pesan tersurat didalamnya. Asri Kolaj kerap mengikuti acara Art Exhibition yang disenggelarakan di Kota Malang dan sekitarnya seperti dalam rangkaian acara DKM (Dewan Kesenian Malang) yang disenggelarakan pada bulan Januari 2021 yang lalu di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya dan ajang Art Exhibition di Galeri Raos, Kota Batu pada bulan Februari 2022, melalui ajang kesenian yag mereka ikuti, Asri Kolaj dapat menghasilkan karya – karya yang salah satunya mengandung pesan mengenai pemanasan Geothermal  yang pada saat itu sedang disuarakan oleh para demonstran yang terjadi di Balai Kota Among Tani, Kota Batu pada 26 Februari 2022. Tak luput dari itu, komunitas seni inipun juga memiliki suatu Projek yang mereka namai “Proyek Strategis Kota” dimana dalam projek ini mereka digandeng oleh salah satu Curator Kota Malang yang bernama Nisrina Aulia. Proyek Strategis Kota ini berorientasi pada respon ruang public dan nilai estetika pada salah satu halte di tengah Kota Malang yang bertempat di depan Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya, Jl. Veteran, pada tanggal 3 Desember 2021.


  

“halte ini merupakan sasaran Kami dalam merespon ruang public dimana sebelumnya Halte inidifungsikan sebagai tempat “ngetem”angkutan kota trayek AL (Arjosari – Landungsari) dan HL (Hamid Rusdi – Landungsari) yang sekarang sudah tidak beroperasi, serta minimnya perbaikan yang dilakukan oleh Pemerintah setempat, oleh karena itu, Asri Kolaj berusaha hadir dan merias ulang Halte yang using ini agar memiliki nilai estetika, sehingga dapat membuat masyarakat kembali menghinggapi halte tersebut”Kata Alif. Dalam beberapa hari, Komunitas Asri Kolaj mampu menyulap “Halte Galeri Seni Budaya” ini menjadi suatu tempat singgah yang menarik, melalui kumpulan foto polaroid bekas dan potongan majalah bekas, Halte ini kembali menunjukkan keindahannya sebagai Sarana Publik di tengah Kota Pendidikan ini.

 



Dengan eksistensinya yang kian ter ekspos, Asri Kolaj berharap bahwa mereka akan tetap terus berkembang dengan Seni Kolase yang mereka bawakan ini dan tetap dapat menjadi wadah bagi siapapun yang ingin mengenal apa itu Seni Kolase, tanpa adanya suatu tuntutan administrasi yang merepotkan bagi para pendaftarnya, Alif juga menambahkan “ Dengan naiknya eksistensi dari Asri Kolaj, saya berharap bahwa komunitas ini akan tetap terus ada dan berlipat ganda, yang di kemudian hari dapat dikenal oleh masyarakat luas, terutama bagi Kota Malang tercinta ini.”