Top News

Debut pertama Kelas 3A BIKBP menulis berita di koran online

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Athmagita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Athmagita. Tampilkan semua postingan

Ngabuburit; Berburu Kesenian di Galeri Raos Batu

Kota BatuBagi para pecinta kesenian, khususnya di kota Batu dan Malang tentunya sudah tidak asing lagi dengan Galeri Raos. Galeri ini telah dibuka sejak tahun 1982 untuk melestarikan budaya bangsa, dan kali ini mereka mengadakan kegiatan bernama Art Mart untuk menyambut bulan Ramadan, sekaligus menjual karya seni yang dibuat oleh para seniman di Kota Batu.

                                                        

                                                                         Gambar1; Para pengunjung menikmati lukisan di acara art mart.

Saat ini kira-kira, sudah 20  hari kegiatan Art Mart berjalan. Ya, sesuai namanya  kegiatan ini tak hanya menyediakan pameran saja tetapi juga bertujuan untuk memperjual belikan karya seni, mulai dari lukisan, hingga pernak- pernik kecil seperti totebag atau gelang.

Diselenggarakan mulai dari 25 Maret hingga 19 April 2023, Art Mart merupakan terobosan baru para seniman untuk menemani mereka yang berpuasa untuk “ngabuburit sale” atau berbelanja kesenian, disini para pengunjung bisa menikmati karya, berfoto, juga berbelanja kesenian yang mereka inginkan.

Harga yang ditawarkan cukup terjangkau untuk karya seni kecil atau pernak-pernik seperti tas, gelang, art print, yaitu mulai dari Rp. 30.000 – 100.000. Sedangkan untuk karya lukis yang bermakna dan tidak mudah dibuat, tentunya akan dijual cukup mahal yaitu mulai dari Rp.300.000 – 2.000.000. Menurut ketua Yayasan Pondok Seni, harga terebut merupakan patokan yang diberikan kepada seniman, sehingga lukisan yang dijual tidak diperkenankan untuk dijual melampaui harga tersebut. Tetapi jangan khawatir, kalian tetap bisa menikmati lukisan- lukisan indah ini ditempat, karena Galeri Raos tetap akan memajangnya seperti pameran pada umumnya.

Kegiatan ini merupakan kegiatan pertama bagi Galeri Raos untuk memperjual belikan karya seni. ungkap salah satu anggota Yayasan Pondok Seni Kota Batu. Pasalnya, sejak pertama kali dibangun tahun 1982 Galeri Raos hanya digunakan untuk ajang pameran saja. “Ide ini datang dari kreativitas seniman, menurut mereka kegiatan ini bisa dipakai teman-teman pengunjung untuk ngabuburit, menunggu waktu berbuka sekaligus berbelanja” tambahnya.


       

Gambar2; Keseruan acara worksop “Sketch on the Spot”

Selain pemeran dan menjual karya seni, para seniman juga memberikan workshop loh. Workshop yang dinamai Sketch on the Spot ini menawarkan kegiatan melukis atau membuat sketsa beramai-ramai dengan para peserta lain, langsung di tempat yaitu Galeri Raos, dan akan didampingi oleh beberapa seniman serta panitia dari Yayasan Pondok Seni Kota Batu. 

Kegiatan ini diselenggarakan tanpa dipungut biaya atau free, dengan syarat para peserta yang ingin bergabung dalam workshop diminta membawa sendiri alat yang diperlukan. Akan tetapi, perlu diingat bahwa worksop ini tidak diadakan setiap hari, melainkan hanya pada hari sabtu saja, mengingat acara ini dibuka 30 hari lamanya.

Menarik bukan? Jadi bagi kalian para pecinta seni, jangan lupa kunjungi Galeri Raos sambil ngabuburit sebelum acara ini berakhir! Acara ini akan selalu buka pada bulan Ramadan yaitu tanggal 25 Maret hingga 19 April 2023 di Galeri Raos, Kota Batu mulai dari pukul 10.00 pagi hingga pukul 9.00 malam.


Art Hunting at the Batu Raos Gallery

BatuFor art lovers, especially those in the cities of Batu and Malang, of course, they are already familiar with Raos Gallery. This gallery has been open since 1982 to preserve the nation's culture, and this time they are holding an activity called Art Mart to welcome the month of Ramadan, as well as selling works of art made by artists in Batu City.


Picture 1; Art Mart visitors, enjoy the paintings.

Approximately, it has been 20 days of Art Mart activities. Yes, as the name implies, this activity does not only provide exhibitions but also aims to trade and buy works of art, from paintings to art stuff such as tote bags or bracelets.

Held from 25 March to 19 April 2023, Art Mart is a new event concept for artists to accompany those who are fasting for the "ngabuburit sale" or art hunting, where visitors can enjoy works, take pictures, as well as shop for the art they want.

The price offered is quite affordable for art stuff like art print, tote bag, bracelets, starting from Rp. 30,000 – 100,000. While, for paintings that are meaningful and not easy to make, of course they will be sold quite expensive, starting from IDR 300,000 – 2,000,000. According to the chairman of the Pondok Seni Foundation, this price is a benchmark given to artists, so paintings sold are not allowed to be sold beyond that price. But don't worry, you can still enjoy these beautiful paintings on the spot, because Galeri Raos will still display them like any other exhibition.

This activity was the first activity for the Raos Gallery to sell a kind of art stuff, according to a member of the Yayasan Pondok Seni Kota Batu. This is because since the first time it was built which on 1982, the Raos Gallery has only been used for exhibitions. "This idea came from the creativity of artists, according to them this activity can be used by visitors to hang out, waiting for iftar time and shopping at the same time" add him.


       

Picture2; The excitement of the workshop activities.


Apart from exhibition and selling works of art, the artists also give workshops. The workshop, called Sketch on the Spot, offers painting or sketching activities together with other participants, directly at the Raos Gallery, and will be accompanied by several artists and committee members from the Yayasan Pondok Seni Kota Batu

This activity is held free of charge, with the requirement; participants who want to join this workshop are asked to bring their own tools needed. But you have to remember that the workshop do not held everyday but only on the Saturday.

Interesting right? So for you art lovers, don't forget to visit the Raos Gallery while waiting for iftar time, before this event ends! This event will always be open during the month of Ramadan, which March 25 to April 19 2023 at the Raos Gallery, Batu City from 10.00 am to 9.00 pm.


Melonjak! Harga Cabai Rawit Makin Pedas

 

Cabai rawit

Menjelang bulan suci Ramadan, beberapa bahan pangan tentunya akan mengalami kenaikan, begitu juga dengan cabai rawit, di Jawa melonjak dari kisaran harga Rp. 40.000- 50.000/ kg naik hingga Rp.60.000 – Rp. 80.000/ kg.

Hal ini telah meresahkan masyarakat sejak satu bulan lalu, karena harga sembako tidak kunjung turun. Bahkan untuk di luar pulau Jawa, cabai rawit bisa mencapai harga Rp.100.000 - Rp.150.000 per kilogramnya.

Harga cabai dan sembako lain telah naik, bahkan jauh sebelum bulan Ramadan tiba. Kenaikan harga yang terus terjadi secara bertahap telah membuat banyak masyarakat mengeluh, pasalnya tidak ada penurunan sedikitpun.

Ketua Asosiasi Argibisnis Cabai Indonesia (AACI) Abdul Hamid mengatakan, harga cabai saat ini sudah melampaui batas normal.

Menurutnya harga cabai yang kian melonjak ini tidak hanya disebabkan oleh bulan suci Ramadan, melainkan juga diakibatkan oleh gagal panen akibat cuaca tak menentu sejak akhir Februari lalu.

Setidaknya sekirat 40 hingga 60% dari area pertanian cabai terdampak cuaca extrem, yang kemudian berdampak pada pedagang.

Sementara itu untuk cabai merah biasa, dan cabai rawit hijau masih dalam kondisi yang stabil, belum terdapat kenaikan signifikan meskipun mulai mendekati bulan suci Ramadan.

Di sisi lain bahan pangan lainnya juga turut mengalami kenaikan bertahap. Seperti bawang putih yang sebelumnya Rp. 28.000/ kg menjadi Rp. 32.000/kg, bawang merah yang sebelumnya Rp.28.000/kg naik menjadi Rp 35.000, telur yang sebelumnya Rp. 24.000 naik menjadi 26.000 per kilogramnya, begitu juga dengan sembako lain.

Kenaikan harga pokok merupakan hal yang biasa dan diprediksi akan terus terjadi hingga awal Ramadan 2023. Namun, masyarakat tetap berharap pemerintah segera melakukan operasi pasar guna menstabilkan harga komoditas bahan pokok setelah terpuruknya ekonomi pasca pandemi.

Kampung Edukasi Rejoso, Batu, Bawa Hoki Bagi UMKM





Hasil kerajinan kayu Bpk. Sugianto 

Kalau Anda punya cobek, ulekan, atau alu dari kayu, jangan-jangan itu adalah produk dari Kampung Rejoso, Batu. Kampung itu memang sudah lama dikenal sebagai sentra UMKM, khususnya kerajinan kayu.

Bahkan, usaha kerajinan kayu di Rejoso sudah ada sejak 1960-an. Kemudian diwariskan turun menurun hingga kini. Kerajinan dari Rejoso dijual sampai ke berbagai daerah di Indonesia. 

Seiring dengan perkembangan Kota Batu sebagai kota wisata, muncul peluang untuk mengangkat produk penduduk Rejoso tersebut. Kerajinan kayu tersebut bisa menjadi oleh-oleh bagi wisatawan yang datang ke Batu. 

Pemkot Batu kemudian menjadikan Rejoso sebagai Kampung Edukasi. Sekitar tahun 2018 rencana pembukaan kampung edukasi tersebut diajukan, dan dapat direalisasikan sekitar tahun 2019. Wisatawan yang datang tidak sekadar bisa belanja, tapi juga bisa melihat langsung proses pembuatan kerajinan dari awal hingga siap dipasarkan. "Saya juga punya dua stand, di Jatim Park I dan di Jalan Ir Soekarno, Beji," ujar Sugianto, salah seorang pengusaha UMKM di Rejoso.


Di Rejoso, 75 persen warganya adalah pelaku usaha. Mereka menghasilkan aneka produk-produk unggulan, seperti alat perlengkapan rumah tangga, alat peraga pendidikan, serta beraneka olahan hasil pertanian. Makanya, kampung edukasi cukup tepat didirikan di sana.

Kehadiran kampung edukasi di Rejoso mendapat perhatian dari wisatawan. Jaraknya sekitar tiga kilometer ke arah timur Batu Night Spectacular (BNS). Kira-kira hanya 5 menit naik mobil. Pengunjung tidak dikenakan tiket masuk ke kampung itu. Di sana, pengunjung bisa masuk ke kawasan home industri kerajinan kayu, kerajinan tas, kerajinan cobek, atau industri makanan dan minuman. Mereka juga dapat melihat langsung proses pengolahan bahan mentah menjadi bahan siap jual, hingga bagaimana cara pemasarannya. 

Menurut Sugianto, banyak peningkatan yang dirasakan perajin sejak Rejoso menjadi kampung edukasi. Keberhasilannya membuka 2 stan di Jatim Park 1 dan Beji juga karena adanya kampung edukasi tersebut. Hal ini tentunya juga berdampak pada peningkatan pendapatan. Sebelumnya, pendapatan Sugianto tidak menentu. Kini ia bisa mendapatkan keuntungan bersih lebih dari Rp 5 juta per bulan. “Selain bisa menambah penghasilan, ya bisa bantu kasih pekerjaan buat anak muda di sini yang putus sekolah. Mereka bantu-bantu bikin cobek dan antar pesanan,” ujar pria yang menekuni usaha kerajinan kayu sejak 2007 itu.

Cobek kayu 

Dampak baik juga turut dirasakan oleh Ibu Siti, salah satu perajin tas plastik,yang menurutnya penghasilan yang didapatnya jauh lebih banyak dibanding sebelum kampung Rejoso menjadi wisata edukasi. “Sebelum jadi wisata pendapatan saya tidak terlalu banyak, karena perajin tas di desa Junrejo sendiri kan sudah banyak, sedangkan peminatnya berkurang” unggah Wanita akhir 40 tahun-an tersebut. (Athmagita)