Top News

Debut pertama Kelas 3A BIKBP menulis berita di koran online

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Nasib Asto Jiwo di Tangan Pemuda Ujungpangkah   

Musoh Siji Abot Konco Sewu Kurang (Musuh Satu Berat Teman Seribu Kurang). Asto Jiwo merupakan perguruan pencak silat tertua di Ujungpangkah. Para anggota yang mulai termakan usia dan munculnya perguruan baru tampak menjadi tantangan yang tidak mudah. Perguruan baru seolah konflik baru. Berbagai upaya dilakukan untuk mempertahankan nama Asto Jiwo. 

Penggila dunia seni bela diri pencak silat tentunya tak asing dengan nama perguruan Asto Jiwo. Satuan seni pencak silat beraliran Pagar Nusa ini telah lama dikenal oleh masyarakat Ujungpangkah. Ujungpangkah sendiri merupakan sebuah desa yang terletak di deretan pantai utara Kota Gresik, Jawa Timur. Bertempat di wilayah Gresik kota santri, kecamatan satu ini cukup kental dengan pelestarian seni pencak silatnya.  

Asto Jiwo diambil dari kata asta, yang bermakna tangan dan jiwa, yang berarti bagian rohani seorang manusia. Sehingga jika digabung memiliki makna tangan yang berjiwa. Ditulis menggunakan huruf vokal o daripada a karena pengucapan masyarakat Ujungpangkah yang sangat melekat dengan aksen bahasa Jawa.  

Berdiri sejak tahun 1969, Asto Jiwo telah lama menjadi pertunjukan yang menghibur bagi masyarakat di sini. Seringnya, warga melibatkan pertunjukan ini ketika sedang memiliki hajat seperti perayaan pernikahan, khitan, atau sekedar syukuran. Namun, penampilan Asto Jiwo pun biasanya berlangsung di acara-acara besar yang diselenggarakan oleh seluruh masyarakat Ujungpangkah. Beberapa di antaranya adalah ketika perayaan malam kemerdekaan Indonesia, karnaval perayaan 17 Agustus, peringatan maulid Nabi Muhammad SAW, bahkan pesta rakyat yang diadakan oleh kepala desa tiap lima tahun sekali. 

Yang membuat unik perguruan ini adalah adanya atraksi yang disebut "kontak macan". Atraksi tersebut oleh masyarakat Ujungpangkah dipercaya merupakan adegan dimana beberapa pemain pentas, melalui bacaan dan metode tertentu akan dimasuki oleh roh makhluk halus. Dalam peragaannya, para pemain menggunakan kostum yang beragam. Mulai dari macan biasa, macan putih, monyet, gendruwo, juga beberapa memakai baju merah bergaris putih dan menggunakan kuda lumping.  

“Yang dirasakan setelah dikontak itu capek dan beberapa bagian tubuh rasanya sakit”, ucap Huda, pemain macan putih.  

Biasanya, pementasan pencak silat dilakukan di malam hari mulai pukul 21.00 WIB hingga tengah malam. 

“Durasi pementasan paling lama sekitar lima jam. Itu dimulai dari penampilan perorangan atau perwakilan perguruan, dilanjutkan dengan penampilan ganda atau berpasangan. Kemudian ditutup dengan adegan kontak macan”, papar Hasib, pembawa acara kondang yang juga anggota dari Asto Jiwo. 

Pria berusia 47 tahun tersebut telah bergabung sejak Asto Jiwo masih merintis nama. Menjadi MC di setiap pementasan perguruan kesayangannya, Hasib selalu sukses menyemarakkan suasana. Keterlibatannya di dalam Asto Jiwo tak sekedar mendalami seni bela diri. Anggota tua Asto Jiwo ini juga terampil dalam menabuh kendang.  

Pada pameran aksinya, selalu dibalut dengan lantunan selawat yang diiringi alat musik kendang. Atraksi "kontak" sendiri merupakan bagian menegangkan yang paling ditunggu-tunggu dan biasanya menjadi adegan pamungkas dari acara tersebut. 

Sebagai anggota, Hasib pernah mengundang perguruan Asto Jiwo untuk ikut memeriahkan acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di kampungnya. Para warga RT 2 RW 3 dan banyak pemuda dari dusun sebelah ikut berantusias dan berbondong-bondong menyaksikan acara tersebut. Bukan hanya menonton, warga turut melantunkan selawat yang membuat suasana menjadi ramai penuh suka cita. 

Menurut Hasib, sebagai anggota, terdapat keuntungan sendiri dalam menyewa Asto Jiwo. Ia hanya perlu membayar senilai lima ratus ribu rupiah untuk soundsystem. Sedangkan atraksi sendiri tidak dikenai biaya, hanya memberikan uang kas ke pihak Asto Jiwo. 

“Kalau bukan anggota, tarif untuk satu kali pertunjukan dan biaya soundsystem itu sekitar satu juta lima ratus”, kata Hasib. 

Diketahui, seluruh uang hasil pertunjukan akan disimpan sebagai uang kas Asto Jiwo  

Seperti halnya perguruan pencak silat yang ada, Asto Jiwo memiliki banyak kegiatan rutin. Salah satunya adalah latihan tiap Kamis malam Jumat. Biasanya, para anggota berkumpul di musala kecil yang berada di Kampung Sitarda, Dusun Pangkah Kulon. Agendanya berupa latihan sambil selawat.  

Tak hanya menitikberatkan para anggota untuk menguasai ilmu bela diri, Asto Jiwo justru menekankan kepada kemampuan untuk memainkan alat musik pukul, yang disebut kendang. Dalam tujuannya untuk melestarikan budaya nenek luhur, mereka tak hanya ingin para pemuda pandai dalam bela diri saja, melainkan memiliki rasa cinta terhadap alat musik kuno tersebut.  

Perguruan pencak silat tertua di Ujungpangkah ini didirikan oleh alm. Qodim, yang pada saat itu menjabat sebagai ketua Asto Jiwo. Anggotanya didominasi oleh mereka yang berusia 45 hingga 70 tahun. Dalam kepemimpinannya, Asto Jiwo banyak mengambil perhatian masyarakat Ujungpangkah yang tak hanya melalui kehebatan seni bela diri saja, melainkan karya berupa lagulagu religius yang dibawakan tiap pentas.  

Sebagai pemimpin, Qodim mengajarkan kepada para anggota untuk mencintai dan melestarikan selawat. Kebanyakan dari selawatnya merupakan karya sendiri yang ditulis menggunakan lirik bahasa Jawa. Usahanya terbilang cukup berhasil karena pada saat itu masyarakat Ujungpangkah dari muda ke tua hafal lagu-lagunya. 

Berakhirnya masa kepemimpinan Qodim, Asto Jiwo diambil alih oleh sang anak, yaitu Bukhori. Bergantinya pemimpin tak membuat surut semangat organisasi yang didominasi oleh para laki-laki berusia lanjut itu. Dalam naungannya, Bukhori mampu membawa banyak anggota muda. Mulai dari anak SMP hingga mereka yang sudah lulus SMA ikut dan tertarik menjadi anggota Asto Jiwo. 

Salah satu perguruan pencak silat yang cukup menjadi rival Asto Jiwo adalah Nusa Pangkah. Meski dulunya didirikan oleh Asto Jiwo, tetapi siapa sangka kini Nusa Pangkah berubah menjadi lawan. Perguruan tempat para pemuda yang tertarik untuk mendalami seni silat ini diketahui memiliki anggota yang lebih banyak daripada Asto Jiwo.  

Konflik pun mulai bermunculan sejalan dengan berdirinya perguruan ini.  Banyak anggota muda yang dulunya sangat setia kepada Asto Jiwo mulai bergoyah. Tak sedikit dari mereka yang secara terang-terangan keluar dari perguruan lalu bergabung dengan Nusa Pangkah. Di luar dugaan, sang pemimpin dengan alasan yang tak pernah diketahui, pada akhirnya ikut berkhianat. 

Tidak sebatas itu, Bukhori pun berulang kali mengajak anggota tua Asto Jiwo untuk bergabung dengan Nusa Pangkah. Hasib merupakan salah satunya. “Dia sudah sering mengajak saya untuk berhenti, dan ikut menjadi anggota Nusa Pangkah. Namun, dengan prinsip dan juga pesan dari beberapa sesepuh, saya menolaknya”, ujar Hasib.  

Kepopuleran Asto Jiwo mulai menurun dikarenakan performa para anggotanya yang sudah termakan usia. Saat itu, Nusa Pangkah menjadi perguruan dengan jumlah peminat yang jauh lebih banyak. Tak sampai di situ, memiliki anggota muda dengan semangat yang luar biasa, Nusa Pangkah kini lebih menarik penonton. 

Sejak saat itu, para anggota tua di Asto Jiwo pun memutuskan untuk memberi kesempatan kepada anggota mudanya dalam mengembangkan dan mengangkat kembali perguruan tercinta mereka. Hasib merupakan satu dari mereka yang mendukung keputusan tersebut. Ia tak pernah lepas dalam mendorong tekad untuk menghidupkan kembali Asto jiwo.  

“Motivasi kami adalah menjalin ukhuwah dan juga menghijaukan terus seni budaya bangsa apalagi kami orang Jawa, terutama dengan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI)”, tutur Hasib. 

Dengan semangat para anggota muda yang tersisa, Asto Jiwo seolah lahir kembali. Berakhirnya Pandemi Covid-19 nampaknya menjadi momentum bangkitnya kembali Asto Jiwo di mata masyarakat. Banyaknya kegiatan yang diselenggarakan oleh masyarakat, menjadi peluang besar bagi pecinta Asto Jiwo.  Pasalnya, di tangan para pemuda, perguruan satu ini berhasil merebut perhatian dan ketertarikan masyarakat kembali. Tak hanya bertambahnya anggota, banyak atraksi dan lagu sholawat baru pun mulai dikembangkan. 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Inang, Film Horor Pertama Sutradara Fajar Nugros Sengaja Mengangkat Mitos Jawa

 

Inang, Film Horor Pertama Sutradara Fajar Nugros

Sengaja Mengangkat Mitos Jawa

 

 

Di bulan Oktober lalu kita dimanjakan dengan berbagai film horor untuk merayakan Halloween month. Kurang pas rasanya kalau kita tidak membahas film-film horor lokal yang akhir-akhir ini sangat digemari. Satu di antaranya Inang film horor yang dibuat tahun 2021 dari rumah produksi IDN Pictures dan disutradarai oleh Fajar Nugros.

----

 

Judul dari film Inang sendiri berasal dari kata “induk” di mana film ini menceritakan tentang perjuangan seorang ibu hamil untuk menyelamatkan anak yang dikandungnya.


 

 

 

Film Inang  sendiri tayang serentak di bioskop Indonesia pada tanggal 13 Oktober 2022 dan juga menjadi film horor-thriller indonesia pertama yang tayang di Festival Film Fantasi International Bucheon (Bifan) di Korea Selatan pada tanggal 7 Juli 2022 lalu.

 

Beberapa aktor senior dan terkenal menjadi pemain dalam film Inang ini. Di antaranya ada Naysilla Mirdad, Lydia Kandou, Dimas Anggara, Rukman Rosadi, Pritt Timothy, hingga Totos Rasiti. Film Inang  ini juga menjadi debut film horor dari Naysila Mirdad yang sering riwa-riwi di dunia persinetronan Indonesia dan juga film pertama dimana anak dan ibu (Naysila Mirdad dan Lydia Kandou) beradu peran dalam frame yang sama.

 

Film ini bukan tipikal film yang serem karena banyak hantunya atau jumpscare, tetapi lebih menjuru ke genre horor dengan tambahan thriller yang cukup membuat ngeri. Di sepanjang film Inang kita tidak akan menemukan sosok-sosok hantu yang menyeramkan, tetapi kita akan diajak ke dalam cerita yang mungkin akan related dalam kehidupan.

 

Sang sutradara Fajar Nugros mengungkapkan bahwa film Inang ini menitikberatkan pengorbanan orang tua untuk anaknya. “Kadang-kadang kita nggak pernah tau orang tua kita melakukan pengorbanan apa sih? dan Gue berharap setelah menonton film ini, kita akan berpikir orang tua gue udah ngelakuin apa ya buat gue?” kata Fajar dalam interview di Youtube HAHAHA TV. Minggu (13/11)

 

Awal mula munculnya ide dalam film ini adalah berdasarkan pengalaman Fajar yang simpatik melihat perempuan hamil yang bersusah payah sendirian dalam perjalan KRL Commuter Line perjalanan Tangerang ke Jakarta. Dari itu munculkah pertanyaan bagaimana kota besar memperlakukan perempuan? apakah sudah ramah atau sebaliknya?


Selain mengambil cerita tentang pengorbanan orang tua untuk anaknya, sisi menarik dari film Inang adalah mengangkat kepercayaan orang jawa yaitu tentang Rebo Wekasan. Merupakan hari rabu terakhir dibulan safar dalam kalender islam atau bisa disebut hari petaka. Mitos ini menjelaskan barangsiapa yang lahir di bulan Rabu Wekasan harus diruwat agar terhindar dari malapetaka. 

“Saya selalu dekat dengan banyak selamatan. Dikit-dikit selamatan. Itu menempel hingga saya besar. Ketika melihat mbak-mbak itu saya berpikir, kita yang nggak lahir di bulan yang sial aja kita selamatan supaya selamat, bagaimana dengan mereka yang lahir di hari itu” Ungkap Fajar dalam Konferensi Pers di Jakarta yang dikutip di artikel mediaindonesia.com Minggu (13/11) 

Film Inang mengisahkan seorang karyawan swalayan bernama Wulan yang diperankan oleh Naysila Mirdad yang dihamili pacarnya dan tidak mendapatkan pertanggungjawaban. Wulan yang tidak mau melakukan aborsi akhirnya mencari solusi via online untuk menyelamatkan bayi yang dikandungnya.

 

 

 Akhirnya dia bertemu dengan keluarga Santoso ( Rukman Rosadi dan Lydia Kandou) yang mau mengambil hak asuh atas anaknya Wulan nanti setelah lahir. Wulan menjalankan sisa-sisa hari sebelum kelahiran di rumah keluarga santoso. Dari situ lah Wulan merasakan hal yang aneh dan mistis selama tinggal bersama keluarga Santoso. 

Di dalam film kita akan melihat dan merasakan budaya jawa yang kental mulai dari interior rumah keluarga santoso, ritual-ritual yang mistis, dan juga dialog-dialog bahasa jawa yang khas.

`        

 

 

 

 

 

 

 

 

Sebagai film horor pertama seorang  sutradara yang  sering membuat film komedi, tantangan terbesar yang  dirasakan oleh Fajar Nugros yaitu tidak bisa merancang film horor yang mengerikan.

 “Gue nggak cocok bikin film horor karena gue penakut. Dikit-dikit nangis, Dikit-dikit tersentuh dan nggak tega” ujarnya di Youtube HAHAHA TV.

 

Tetapi di film Inang  ini membuktikan bahwa Fajar Nugros yang juga menyutradarai film Yowes Ben bisa membuat hal yang baru keluar dari zona nyamannya yang  biasanya membuat film genre drama atau komedi.

Pada awal film ini tidak akan digarap oleh Fajar, tetapi karena beberapa hal dan juga kemepetan waktu, akhirnya film ini berhasil diselesaikan dan menjadikan film horor pertamanya selama 1 dekade dalam dunia perfilman.

Selama penayangannya hingga 30 Oktober film Inang telah ditonton lebih dari 800 ribu penonton. Dalam kunjungannya di redaksi Jawa Pos Surabaya, Fajar Nugros mengungkapkan kemungkinan adanya sekuel Inang jika tembus 1 juta penonton.

Kita nantikan saja kabar baik dari kemungkinkan film Inang selanjutnya dan juga film-film menarik lainya dari sutradara Fajar Nugros.

 

Sehat-Sehat Terus Ya Bund!!

(Jargon film Inang)



 

 

 

Grand Mercure Malang padukan kearifan Lokal

 


Hotel merupakan salah satu elemen penting dalam menunjang perekonomian di suatu daerah, apalagi jika daerah tersebut terkenal dengan wisatanya. Grand Mercure Malang Mirama adalah salah satu hotel premium kelas international yang dimiliki oleh kota Malang. Hotel ini terletak di jalur utama Malang yang secara langsung dikelilingi oleh pegunungan yang indah, kawasan bisnis, dan berbagai destinasi wisata lainya. Setahun tepat Hotel Mercure Mirama Malang berdiri pada 10 Oktober kemarin, dan Grand Mercure Mirama Malang telah menjadi salah satu aset berharga bagi kota Malang atas kontribusinya dalam meningkatkan roda perekonomian kota Malang. Dengan standar pelayananan kelas international, Hotel Grand Mercure juga menjunjung budaya lokal. Mereka menerapkan konsep hotel yang ramah akan tamu asing namun tetap dibalut dengan nuansa budaya lokal yang cukup kental. Akulturasi merupakan kata yang tepat dalam menggambarkan tema dari hotel ini, mulai dari desain interior, makanan, karya seni, dan lain-lain.

Hal inilah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung Hotel Grand Mercure Mirama Malang.Jika membicarakan tentang akulturasi akan sangat berhubungan erat dengan budaya dan seni. Dalamhal ini Hotel Mercure berkolaborasi dengan seniman setempat untuk mengenalkan budaya dan karyasenidalam acara anniversary 1 tahun Hotel Mercure Mirama Malang. Sangat banyak karya seni yangdipamerkan seperti kain batik, patung, sarung , dan lukisan merupakan karya yang paling banyak dipamerkan. Pameran seni ini merupakan bentuk akulturasi dan kolaborasi yang sangat serasi. Dengan menggandeng para seniman lokal mereka secara tidak langsung dapat memamerkan karya mereka dari berbagai macam karya seni mereka terjadi percampuran berbagai budaya.



Ragam kearifan lokal yang paling terlihat dari Hotel Grand Mercure Malang Mirama adalah makanan dan konsep dari Skylounge . Seperti yang biasa kita lihat di dalam kebudayaan kita, makanan merupakan hal yang fundamental karena makanan adalah cerminan dari budaya itu sendiri. Hotel Grand Mercure Mirama Malang menawarkan berbagai jenis hidangan dengan menerapkan konsep Culture Fusion Food "untuk mengedepankan kuliner Khas Indonesia, Kami dengan bangga menghadirkan menu - menu Fusion" ungkap Head Manager Grand Mercure Malang Mirama, Sugito Adi.

Konsep Skylounge Grand Mercure Malang Mirama pun juga mengadaptasi dari Kerajaan Singosari dengan menghadirkan lukisan 3 Dimensi Kendedes sebagai bentuk pengartian keindahan, keelok-an dan ketenangan, "Ini adalah lukisan 3 dimensi dari Kendedes dengan kecantikan-nya, yang dapat memikat Ken Arok" tutur Tidar, Art director.


Pelayanan Kelas Internasional Hotel Grand Mercure

 


Malang- Jurusan Administrasi Niaga Polinema pada hari rabu tgl 12 oktober 2022 bertempat hotel Grand mercure malang Miramar menyelenggarakan program berupa table manner dengan harapan dapat bermanfaat saat bergelut didunia kerja nanti. Table manner yang diikuti oleh mahasiswa D4 Bahasa Inggris untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional dan D4 Bahasa Inggris untuk Industru Pariwisata tersebut mengajarkan mahasiswa untuk bagaimana cara bersikap di acara formal terutama saat berada di meja makan.
Grand mercure malang Miramar adalah hotel premium bintang 5 pertama di kota malang yang berlokasi strategis di kawasan bisnis. Bintang 5 pada hotel bukan lah isapan jempol belaka,terlihat saat memasuki kawasan hotel disambut hangat dengan senyuman dan pada saat keluar dari bis mahasiswa di pandu ke pintu masuk sampai akhirnya berada di tempat acara, sebelum acara dimulai kami disuguhi makanan sembari menunggu acara dimulai.

Hotel Tour

Sebelum acara utama, yaitu table manner, pihak hotel mengadakan hotel tour yang ditujukan untuk mahasiswa. Dalam sesi hotel tour tersebut tiap pemandu menjelaskan dengan detail tiap layanan atau fasilitas yang tersedia yang bisa dinikmati oleh pengunjung. Dalam tiap pemberhentian di suatu fasilitas hotel, mahasiswa selalu disambut senyum hangat dari para pegawai hotel atau penanggung jawab dari fasilitas tersebut, "seluruh pegawai hotel sangat ramah dan mengetahui dengan baik tentang apa yang dipertanggung jawabkan kepada mereka, seluruh informasi yang diberikan sangat lengkap, para pegawai juga selalu tidak lupa menawarkan kepada kami untuk mencoba fasilitas dan layanan mereka tanpa sungkan" tutur salah satu mahasiswa.


Acara Utama 

Pada saat main event, yaitu table manner itu sendiri, seluruh pelayanan yang diberikan sangatlah memuaskan. Pada saat awal perjamuan, pelayan memakaikan napkins untuk mahasiswa dengan senyuman. Gelas air yang ada dimeja tidak pernah kosong, pelayan selalu mengisi ulang gelas yang sudah kelihatan tinggal sedikit, "Dengan pelayan yang selalu me-refill gelas air, kami merasa tertolong, mengingat main event yang memakan waktu cukup lama." tutur salah satu mahasiswa. Dalam mengantarkan hidangan, pelayan selalu bergerak cepat, alhasil tidak ada mahasiswa yang menunggu lama untuk menunggu lama makanan untuk datang dimeja mereka. Pada saat acara berlangsung, seluruh pelayan selalu siap diposisi mereka masing-masing, tidak ada yang duduk bersantai. Menurut para mahasiswa, acara table manner ini sangatlah menyenangkan dan sarat akan ilmu yang berguna, beberapa mahasiswa juga merekomendasikan agar acara serupa agar digelar tiap tahun untuk para mahasiswa baru.

Grand Mercure Hadirkan Pameran Budaya


Para mahasiswa Program Studi D-IV Bahasa Inggris Komunikasi Bisnis untuk Profesional dan Program Studi Bahasa Inggris untuk Industri Pariwisata Jurusan Administrasi Niaga dari Politeknik Negeri Malang mengunjungi salah satu hotel bintang lima, Grand Mercure Mirama pada hari Rabu (12/10/2022).

Kunjungan ini bertujuan memberikan pengetahuan dan pengalaman dasar terkait industri perhotelan bagi para mahasiswa yang berkunjung ke Politeknik Negeri Malang. Tidak hanya mahasiswa, para dosen juga tidak luput menunjukkan antusiasme tinggi untuk mengenal lebih dalam etika jamuan makanan (Table Manner).

Dengan dipandu oleh staff Grand Mercure Mirama, para mahasiswa menunjukkan ketertarikan mereka terhadap apa yang ditampilkan di dalam hotel. Banyak mahasiswa bersemangat mengabadikan spot-spot budaya yang nampak di beberapa sudut hotel. Mahasiswa juga nampak sangat bersemangat mendengarkan penjelasan dan sharing pengalaman dari staff Grand Mercure Malang. Berbagai pertanyaan diajukan, menunjukkan minat tinggi mahasiswa.

Pameran ini berisikan mulai dari pakaian, kain, lukisan, topeng dll. Dan uniknya mereka menggandeng para pegiat UMKM dan pelajar mulai dari jenjang SMA/SMK hingga Kuliah untuk mengisi stan yang disediakan oleh Grand Mercure Mirama.

"Pameran ini sangat baik diadakan. Mengetahui era 4.0 ini banyak para pemuda sudah melupakan budayanya." Ungkap Brillian Adam salah satu mahasiswa Politeknik Negeri Malang

Sementara itu, Lintang Fajar selaku ketua kelas 3A Bahasa Inggris Bisnis Komunikasi untuk Profesional juga ikut menanggapi pameran tersebut. "Menurut saya itu adalah hal yang sangat bagus karena melihat Grand Mercure merupakan hotel bintang lima namun memadukan budaya. Sehingga hal tersebut dapat menaikkan budaya dan UMKM ke pasar internasional." Tandasnya

Satrio Widodo selaku rekan dari Lintang Fajar juga ikut menanggapi pameran budaya di Grand Mercure Malang Mirama "Menurut saya hal ini sangat menarik, bahwa Grand Mercure bisa memberi panggung para seniman terutama kepada mereka yang masih di jenjang pendidikan." Ujarnya

Mengulik Fasilitas Bisnis Hotel Grand Mercure Malang


Malang, 12 Oktober 2022-Mahasiswa kelas tiga Politeknik Negeri Malang program studi BIKBP dan BIIP berkunjung ke salah satu hotel bintang lima yang ada di Malang. Grand Mercure Malang Mirama menjadi tempat pemberian ilmu mengenai Table Manner. Hotel tersebut terletak di lokasi yang cukup strategis, yaitu dikelilingi pegunungan indah, kawasan bisnis dan berbagai destinasi wisata lainnya di Malang. 

Dengan menyandang gelar sebagai hotel bintang lima, tentunya fasilitas yang ada di dalamnya tidak perlu diragukan. Dengan dilengkapi 264 kamar tidur, hotel ini memiliki desain interior yang megah dan elegan. “Kami mengusung tema nusantara agar para tamu yang memang kebanyakan dari luar, mereka bisa mengerti tentang budaya Indonesia”, kata Sugito Adhi, General Manager dari Grand Mercure.

Dikenal dengan julukan hotel bisnis, Grand Mercure Malang memiliki 2 ballroom dan 11 meeting room. Namun, dalam penamaan masing-masing meeting room, hotel tersebut nampaknya lebih memilih menggunakan macam-macam nama negara. Diantaranya adalah Moscow, Berlin, Amsterdam, Abu Dhabi, Paris dan masih banyak lagi. 

Ruangan-ruangan tersebut mampu menampung tamu dengan kapasitas yang beragam. Batas minimalnya adalah 10 orang. Sedangkan kapasitas terbanyak bisa mencapai hingga 50 orang. 

Para tamu yang telah memesan meeting room tersebut, diberi kebebasan untuk memilih set up ruangan yang sesuai dengan keinginan. Tak hanya itu, merekapun bisa meminta pihak hotel untuk menyediakan fasilitas tertentu yang diperlukan untuk rapat. Tentunya, hal tersebut secara sukses bisa membuat para tamu nyaman dan semakin betah.

Selain 11 meeting room, Grand Mercure nampaknya tidak tanggung-tanggung dalam menyediakan fasilitas bisnis bagi para tamunya. Hotel tersebut memiliki 2 ruangan yang sangat luas yang mampu menampung tamu sebanyak 1000 hingga 2000 orang. Ruangan yang dinamai ballroom tersebut berada di lantai 2 dengan akses yang cukup mudah ditemukan. Sama halnya dengan 11 meeting room, penataan ballroom tersebut juga bisa di-request sesuai kebutuhan tamu.

Menurut Yolanda Nalasari, salah satu sales supervisor di Grand Mercure, sejauh ini ruangan-ruangan tersebut banyak digunakan oleh para pebisnis ataupun mereka yang bekerja dengan perusahaan multinasional.


Mengenal Table Manner di Grand Mercure


 

Mengenal Table Manner di Grand Mercure

 

Pada Rabu, 12 Oktober 2022, mahasiswa semester 5 prodi  Bahasa Inggris Polinema mendapat kesempatan untuk mempelajari dan mempraktikkan table manner di hotel Grand Mercure Malang.

Table manner merupakan tata cara makan yang mengatur cara duduk, etika saat makan, dan cara penggunaan peralatan makan. Penerapan table manner diharapkan bisa menunjukkan sikap yang profesional  selama perjamuan makan berlangsung.

Menurut salah satu mahasiswa Bahasa Inggris untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional yang mengikuti kegiatan ini mengatakan, table manner sangat penting  terutama bagi lulusan bahasa inggris profesional karena kita akan menjalankan bisnis dengan perusahaan multinational yang  memiliki habit table manner.

Mempelajari table manner bukanlah sesuatu hal yang mudah, namun kita dapat meningkatkan kemampuan bersosialisasi, memperluas jaringan dan koneksi, dan menambah nilai kelas sosial jika menguasai keterampilan ini.


                                                  

Pertama kali memasuki ballroom, kami disambut dengan tatanan peralatan makan yang  cukup lengkap dan beberapa meja bundar yang berisikan 8 kursi. Tidak lupa daftar menu dan hiasan bunga di tengah meja.

Untuk mengawali pembelajaran, kami diperkenalkan terlebih dahulu materi mengenai table manner yang  berisikan definisi, asal usul, tata cara, manfaat, dan lain sebagainya. Pemberian materi ini disampaikan langsung  oleh salah satu Manajer di hotel Grand Mercure. 

Kegiatan selanjutnya, dijelaskan kegunaan jenis-jenis peralatan makan dan bagaimana menggunakannya. Seperti memegang/menggunakan pisau dan garpu, cara duduk yang tepat, dan cara makan yang tepat.

 


Sebagai pembuka praktik, kita diberi appetizers/makanan pembuka Fruit Salad. Pada jenis makanan ini, kami diajarkan untuk menggunakan garpu ukuran sedang dalam mengambil makanan. Disisi lain, kita juga diberi pantangan untuk tetap menjaga sikap tenang , tidak mengganggu dan minim bicara saat makan. Dengan menerapkan cara table manner, kami masih terkesan kaku dan belum bisa menikmati makanan dengan nyaman.

 


Hidangan selanjutnya Potato Leek Soup dengan mangkok berkuping  dan warna krem pekat. Di sesi ini kita diberi arahan bagaimana mengambil makanan cair dengan baik dan benar. Dimulai dari mengaduk dengan tenang dan mengambil kuahnya dari dalam, ditiriskan dan bisa dinikmati. Ingat makanan yang mengarah ke mulut bukan mulut kita yang  mengarah ke makanan.



 

 Setelah menikmati hidangan soup, di sajikanlah Main Course dengan menu Chicken Confit. Pada menu ini, kami menggunakan garpu ukuran besar dan pisau. Garpu berada di tangan kiri yang berguna untuk mengambil dan mensuapkan makanan, serta pisau sebagai pemotong dan pengoles saus. Di hidangan ini kami sudah mulai menyesuaikan dan menikmati makanan dengan nyaman.   


 

Menu terakhir adalah Manggo Cheese with Strawberry Ice cream sebagai Dessert. Di bagian terakhir ini, kami menggunakan sendok dan garpu berukuran kecil yang di sesuaikan dengan menu yang disajikan. Kami selalu diingatkan untuk tetap mengatur posisi duduk yang tegap saat makan dan tangan kiri tetap di bawah saat tidak digunakan.

Meskipun terkesan rumit, table manner dapat membantu kita untuk meningkatkan keterampilan tata cara makan dan minum secara profesional. Selain mengajarkan tentang sopan santun di meja makan, secara tidak langsung table manner dapat meningkatkan kepercayaan diri seseorang.